CINTA KASIH YANG EFEKTIF

PERISTIWA. Hampir satu tahun ini, wabah virus Corona melumpuhkan dinamika kehidupan manusia diberbagai belahan dunia. Banyak dampak yang diakibatkannya. Banyak manusia yang positif terjangkit virus ini, bahkan tidak sedikit pula yang meninggal karenanya. Peristiwa yang tentu mendatangkan kesedihan dan keprihatinan. Namun, dalam setiap peristiwa hidup selalu ada sisi positif yang bisa dipetik. Salah satu hal positif yang bisa kita petik adalah munculnya solidaritas antar manusia. Gereja Katolik, sebagai bagian dari masyarakat luas juga turut ambil bagian dalam aksi solidaritas tersebut.

LINGKUNGAN. Saya tinggal di salah satu lingkungan di Wilayah Paroki St. Andreas, Tidar, Malang. Saya bersyukur mendapatkan kesempatan untuk ambil bagian dalam aksi solidaritas kepada mahasiswa/i yang tinggal di Lingkungan kami. Lingkungan tempat saya tinggal merupakan lingkungan yang dikelilingi beberapa kampus. Ada banyak sekali mahasiswa/i yang tinggal di kos-kosan di lingkungan kami.

Saya dan beberapa teman, membantu mendata identitas anak-anak kos dan menyalurkan bantuan berupa kupon makan gratis dan beras dari paroki kepada anak-anak kos tersebut. Setiap hari anak-anak kos ini menukarkan kupon makan ke beberapa warung yang sudah ditentukan sebagai tempat menukarkan kupon.  Anak-anak kos ini rata-rata dari luar pulau. Dari pengalaman itu saya bisa mengenal mereka lebih akrab. Banyak yang awalnya saya sama sekali tidak kenal, sekarang menjadi akrab. Karena sudah cukup kenal, ada beberapa dari mereka yang berkata kepada saya: “Mas ikut OMK di paroki juga ya? Kami mau donk ikut kalau kondisi udah normal..”. Senang sekali rasanya mendegar kata-kata seperti itu, yang keluar dari ketulusan hati. Bukan paksaan. Saya lalu menjawab: “Ahhhhhsiiiyappppp, nanti saya kabari kalau kegiatan OMK sudah berjalan normal kembali”. Hal lain yang juga membuat kami senang adalah, hampir semua anak kos ini setiap hari dengan senang hati datang menukarkan kuponnya, tanpa terlihat ekspresi malu, apalagi gengsi. Memang ada satu dua orang yang tidak memanfaatkan kupon itu, dengan alasan malas, lupa, atau ketiduran, sehingga kuponnya tidak ditukarkan. Tapi secara keseluruhan, bantuan itu berjalan dengan baik dan lancar, juga sangat bermanfaat bagi mereka yang menerimanya.

Hal lain yang patut diapresiasi juga adalah terdapat beberapa orang yang dengan sukarela tidak mau menerima bantuan tersebut, karena merasa masih banyak yang lebih membutuhkannya ketimbang dirinya. Bantuan memang hanya berlangsung selama dua bulan (Mei-Juli 2020), tetapi satu hal yang pasti: bantuan ini efektif dan tepat sasaran, meskipun tentu saja belum mampu menyentuh semua yang membutuhkan.

KEBAIKAN DAN KETULUSAN HATI PARA PEMILIK WARUNG. Mereka ini lah penyalur cinta kasih Tuhan secara nyata. Tanpa mengeluh, mereka melayani anak-anak kos ini dengan sabar, penuh keramahan, dan kemurahan hati. Bukan untung dan rugi yang utama, tetapi belaskasihan kepada naka-anak kos ini. Anak-anak kos yang mendapatkan kupon makan ini selalu diprioritaskan oleh para pemilik warung yang menjadi tempat penukaran kupon. Sungguh besar perhatian mereka kepada sesama yang membutuhkan bantuan. Berkat mereka, anak-anak kos bisa mendapatkan makanan yang  baik setiap hari.

TANGGAP KEBUTUHAN. Gereja dikenal sebagai corong yang menyuarakan Cinta Kasih kepada Sesama. Cinta Kasih yang bukan hanya sekedar Kata, melainkan juga Tindakan Nyata. CINTA KASIH ITU BUKAN HANYA AFEKTIF, TETAPI LEBIH-LEBIH HARUS EFEKTIF. Dan itulah yang saya lihat dari Ungkapan Cinta dan Perhatian Paroki Tidar untuk warganya, untuk mahasiswa/i yang tinngal di wilayah Paroki. Bersama Gereja, siapapun juga dipanggil untuk menyalurkan cinta kasih yang efektif kepada sesama. Saatnya bagi kita untuk mengungkapkan dan mewujudkan Kesalehan Individual pada level Kesalehan Sosial. Terima kasih!

Dikirimkan oleh : Moses

komsostidar