MENYAMBUT RAJA KITA

Siapakah yang boleh naik ke atas gunung
Tuhan?
Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya … (Mzm 24:3,4)


Pada suatu hari sebuah negeri jatuh ke tangan musuh.
Meskipun sedang tertindas oleh penguasa asing, rakyat negeri itu
masih mempunyai harapan bahwa pada suatu hari nanti raja mereka
yang dikucilkan akan kembali dan menggulingkan rejim yang
membuat hidup mereka susah. Sementara itu, mereka menuruti
saja kemauan rejim baru.
Raja mereka ternyata memang kembali, tetapi tidak seperti
yang diharapkan rakyatnya. Ia memasuki perbatasan dengan diam-
diam. Ia tidak segera menyerbu ibu kota dan menggulingkan penguasa asing, tetapi ia pergi dari rumah ke rumah secara diam-diam.

Apa yang dilakukannya? “Selama masa penjajahan,” katanya,
seorang demi seorang, semua rakyatku mulai bekerja sama dengan
musuh. Jika aku langsung menggulingkan rejim musuh dan semua
yang bekerja sama dengannya, negeriku akan kosong. Jadi,
tugasku yang pertama ialah memenangkan kembali hati rakyatku.”


Dalam dunia nyata, banyak hal jauh lebih kompleks daripada
dalam dongeng. Namun, kita akan segera menyambut datangnya
Sang Raja, yang datang untuk mendamaikan kita dengan Dia
supaya kita dapat mempunyai tempat dalam kerajaan-Nya.


Kevin Perrotta

komsostidar