Renungan 10 Februari 2021

Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: “Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah.
Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.”
Markus 7:14-15

Apa yang ada di dalam dirimu? Apa yang ada di hatimu Injil hari ini diakhiri dengan daftar kejahatan yang sayangnya datang dari dalam: “pikiran jahat, ketidaksucian, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kedengkian, tipu daya, ketidaksenonohan, iri hati, hujatan, kesombongan, kebodohan”. Tentu saja, tidak satu pun dari sifat buruk ini yang diinginkan jika dilihat secara objektif. Mereka semua sangat menjijikkan. Namun terlalu sering itu adalah dosa yang orang-orang hadapi secara teratur sampai batas tertentu.

Ambil contoh keserakahan. Jika dipahami dengan jelas, tidak ada yang mau dikenal sebagai orang yang tamak. Itu adalah atribut yang memalukan untuk dimiliki. Tetapi ketika keserakahan tidak dilihat sebagai keserakahan, mudah untuk jatuh ke dalam perangkap untuk menjalaninya. Orang yang tamak menginginkan ini atau itu dalam jumlah yang berlebihan. Lebih banyak uang, rumah yang lebih baik, mobil yang lebih bagus, liburan yang lebih mewah, dll. Jadi, ketika seseorang bertindak dengan cara yang rakus, keserakahan tampaknya tidak diinginkan. Hanya ketika keserakahan dilihat dengan cara yang obyektif maka itu dipahami apa adanya.

Dalam Injil ini, dengan menyebutkan daftar panjang kejahatan ini, Yesus melakukan tindakan belas kasihan yang luar biasa kepada kita. Dia mengguncang kita dan memanggil kita untuk mundur dan melihat dosa apa adanya. Yesus juga menjelaskan bahwa ketika Anda menjalani satu atau lebih dari kejahatan ini, Anda menjadi najis. Anda menjadi serakah, pembohong, kejam, gosip, penuh kebencian, sombong, dll. Secara obyektif, tidak ada yang menginginkan ini.

Apa dalam daftar keburukan yang paling Anda perjuangkan? Apa yang Anda lihat di dalam hati Anda sendiri? Jujurlah dengan diri Anda sendiri di hadapan Tuhan. Yesus menginginkan agar hati Anda murni dan suci, dibebaskan dari ini dan setiap kotoran. Tetapi jika Anda tidak dapat melihat hati Anda sendiri dengan kejujuran, akan sulit untuk menolak dosa yang Anda geluti.

Renungkan, hari ini, daftar dosa yang diidentifikasi oleh Tuhan kita. Pertimbangkan masing-masing dan biarkan diri Anda melihat setiap dosa apa adanya. Izinkan diri Anda untuk meremehkan dosa-dosa ini dengan murka suci dan kemudian arahkan pandangan Anda ke dosa yang paling Anda geluti. Ketahuilah bahwa ketika Anda secara sadar melihat dosa itu dan menolaknya, Tuhan kita akan mulai memperkuat Anda dan memurnikan hati Anda sehingga Anda dibebaskan dari kekotoran itu dan menjadi, sebagai gantinya, Anda menjadi anak Allah yang cantik.

Tuhanku yang penyayang, bantu aku untuk melihat dosa apa adanya. Tolong aku, terutama, untuk melihat dosaku sendiri — dosa di dalam hatiku sendiri yang menajiskanku sebagai anak-Mu yang terkasih. Saat aku melihat dosaku, berikan aku rahmat yang kubutuhkan untuk menolaknya dan berpaling kepadaMu dengan segenap hatiku sehingga aku bisa menjadi ciptaan baru dalam rahmat dan belas kasih-Mu. Yesus, aku percaya padaMu.

komsostidar