Renungan – 17 Februari 2021 … RABU ABU

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
Matius 6:6

Salah satu bagian terpenting dari doa yang benar adalah bahwa itu terjadi jauh di dalam ruang batin jiwa Anda. Di kedalaman batin Anda itulah Anda akan bertemu dengan Tuhan. Saint Teresa dari Ávila, salah satu penulis spiritual terbesar dalam sejarah Gereja kita, menggambarkan jiwa sebagai kastil tempat tinggal Tuhan. Bertemu dengan-Nya, berdoa kepada-Nya dan berkomunikasi dengan-Nya mengharuskan kita masuk ke ruang terdalam dan terdalam di dalam kastil jiwa kita ini. Di sanalah, di tempat tinggal terdalam, di mana kemuliaan dan keindahan Allah yang penuh ditemukan.

Tuhan bukan hanya Tuhan yang “di luar sana” jauh di Surga. Dia adalah Tuhan yang lebih dekat dan lebih intim dari yang bisa kita bayangkan. Prapaskah adalah waktu, lebih dari waktu mana pun sepanjang tahun, ketika kita harus berusaha melakukan perjalanan ke dalam untuk menemukan Tempat Tinggal Tritunggal Mahakudus.

Apa yang Tuhan inginkan dari Anda pada Prapaskah ini? Mudah untuk memulai Prapaskah dengan komitmen yang lebih dangkal, seperti melepaskan makanan favorit atau melakukan perbuatan baik lebih ekstra. Beberapa memilih menggunakan Prapaskah sebagai waktu untuk mendapatkan bentuk fisik yang lebih baik, dan yang lain memutuskan untuk mendedikasikan lebih banyak waktu untuk membaca rohani atau latihan suci lainnya. Semua ini bagus dan bermanfaat. Tetapi Anda dapat yakin bahwa keinginan terdalam Tuhan kita untuk Anda dalam Prapaskah ini adalah bahwa Anda berdoa.

Doa, tentu saja, lebih dari sekadar mengucapkan doa. Itu tidak hanya berdoa rosario, atau merenungkan Kitab Suci, atau mendaraskan doa-doa yang disusun dengan indah. Doa pada akhirnya adalah hubungan dengan Tuhan. Itu adalah perjumpaan dengan Tritunggal Yang berdiam di dalam dirimu. Doa sejati adalah sebuah tindakan cinta antara Anda dan Kekasih Anda yaitu Tuhan sendiri. Serahkan hidup Anda untuk Tuhan. Doa adalah sebuah tindakan persatuan dan persekutuan dimana kita menjadi satu dengan Tuhan dan Tuhan menjadi satu dengan kita.

Para mistikus besar telah mengajari kita bahwa ada banyak tingkatan dalam doa. Kita sering memulai dengan pembacaan doa, seperti doa rosario yang indah. Dari sana kita bermeditasi, merenungkan dan merenungkan secara mendalam misteri Tuhan kita dan kehidupan-Nya. Kita jadi mengenal Dia lebih sepenuhnya dan, sedikit demi sedikit, menemukan bahwa kita tidak lagi hanya memikirkan tentang Tuhan, tetapi kita menatap Dia secara langsung.

Saat kita memulai musim suci Prapaskah, renungkan praktik doa Anda. Jika gambaran tentang doa yang disajikan di sini membuat Anda penasaran, maka buatlah komitmen untuk menemukan lebih banyak lagi. Berkomitmen untuk menemukan Tuhan dalam doa. Tidak ada batasan dan tidak ada akhir dari kedalaman yang Tuhan inginkan untuk menarik Anda melalui doa. Doa yang benar tidak pernah membosankan. Ketika Anda menemukan doa yang benar, Anda menemukan misteri Tuhan yang tak terbatas. Dan penemuan ini lebih mulia dari apapun yang pernah Anda bayangkan dalam hidup.

Tuhanku yang suci, aku memberikan diriku untuk-Mu pada Prapaskah ini. Tarik aku agar aku bisa lebih mengenal-Mu. Tunjukkan kepadaku kehadiran ilahi-Mu, yang tinggal jauh di dalam diriku, memanggilku untuk-Mu. Semoga masa Prapaskah ini, Tuhan yang terkasih, menjadi mulia saat aku memperkuat kasih dan pengabdianku melalui penemuan karunia doa yang benar. Yesus, aku percaya padaMu.
Amin

komsostidar