Renungan 2 Maret 2021

Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
Matius 23:11-12

Apakah Anda ingin benar-benar hebat? Apakah Anda ingin hidup Anda benar-benar membuat perbedaan dalam kehidupan orang lain? Jauh di lubuk hati, keinginan untuk kebesaran ini ditempatkan di dalam diri kita oleh Tuhan kita, dan itu tidak akan pernah hilang. Bahkan mereka yang hidup kekal di neraka akan berpegang pada keinginan bawaan ini, yang bagi mereka akan menjadi penyebab rasa sakit abadi, karena keinginan itu tidak akan pernah terpenuhi. Dan terkadang berguna untuk merenungkan kenyataan itu sebagai motivasi untuk memastikan bahwa ini bukanlah takdir yang kita hadapi.

Dalam Injil hari ini, Yesus memberi kita salah satu kunci menuju kebesaran. “Yang terbesar di antara kamu harus menjadi hambamu.” Menjadi seorang hamba berarti menempatkan orang lain di atas diri Anda sendiri. Anda meningkatkan kebutuhan mereka daripada mencoba membuat mereka memperhatikan kebutuhan Anda. Dan ini sulit dilakukan.

Sangat mudah dalam hidup untuk memikirkan diri kita sendiri terlebih dahulu.Pilihan untuk mengutamakan orang lain tidak hanya baik untuk mereka, tetapi juga yang terbaik untuk kita. Kita diciptakan untuk cinta. Kkita dibuat untuk melayani orang lain. Kita diciptakan untuk memberikan diri kami kepada orang lain tanpa menghitung biaya. Tetapi ketika kita melakukan ini, kita tidak kehilangan diri kita sendiri. Sebaliknya, dalam tindakan memberi diri kita sendiri dan melihat orang lain terlebih dahulu, kita benar-benar menemukan siapa kita dan menjadi seperti apa kita diciptakan. Kami menjadi cinta itu sendiri. Dan orang yang mencintai adalah orang yang hebat … dan orang yang hebat adalah orang yang diagungkan Tuhan.

Renungkan, hari ini, pada misteri besar dan panggilan kerendahan hati. Jika Anda merasa sulit untuk mendahulukan orang lain dan bertindak sebagai pelayan mereka, lakukan saja. Buatlah pilihan untuk merendahkan diri sendiri sebelum orang lain. Tingkatkan kekhawatiran mereka. Perhatikan kebutuhan mereka. Dengarkan apa yang mereka katakan. Tunjukkan kepada mereka kasih sayang dan bersiaplah serta bersedia melakukannya sepenuhnya. Jika Anda melakukannya, keinginan untuk kebesaran yang hidup jauh di dalam hati Anda akan terpenuhi.

Tuhanku yang rendah hati, terima kasih atas kesaksian kerendahan hati-Mu. Engkau memilih untuk mengutamakan semua orang, bahkan sampai membiarkan Diri-Mu mengalami penderitaan dan kematian yang merupakan konsekuensi dari dosa-dosa kami. Beri aku kerendahan hati, Tuhan yang terkasih, sehingga Engkau dapat menggunakan aku untuk membagikan cinta-Mu yang sempurna kepada orang lain. Yesus, aku percaya padaMu.
Amin

komsostidar