Renungan 5 Maret 2021

Kata Yesus kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
Matius 21:42

Apakah Anda termasuk orang yang kehilangan hak akan Kerajaan Allah ? Atau di antara mereka yang akan diberi untuk menghasilkan buah yang baik? Ini adalah pertanyaan penting untuk dijawab dengan tulus.

Pengelompokan orang pertama, mereka yang akan kehilangan tempatnya di Kerajaan Allah, diwakili dalam perumpamaan ini oleh para penyewa kebun anggur. Jelas bahwa salah satu dosa terbesar mereka adalah keserakahan. Mereka egois. Mereka melihat kebun anggur sebagai tempat di mana mereka dapat memperkaya diri mereka sendiri dan tidak terlalu memedulikan kebaikan orang lain. Sayangnya, kerangka pikir ini mudah diadopsi dalam kehidupan kita sendiri. Sangat mudah untuk melihat hidup sebagai rangkaian peluang bagi kita untuk “maju”. Sangat mudah untuk mendekati kehidupan dengan cara yang kita lakukan terus-menerus untuk diri kita sendiri daripada dengan tulus mencari kebaikan orang lain.

Kelompok orang yang kedua, mereka yang akan diberikan Kerajaan Allah agar menghasilkan buah yang baik, adalah mereka yang memahami bahwa tujuan utama kehidupan bukanlah untuk sekadar memperkaya diri sendiri tetapi untuk berbagi kasih Tuhan dengan orang lain. Mereka adalah orang-orang yang terus mencari cara agar mereka dapat menjadi berkat sejati bagi orang lain. Itulah perbedaan antara keegoisan dan kemurahan hati.

Tetapi kemurahan hati yang menjadi tujuan utama kita adalah untuk membangun Kerajaan Allah. Ini dilakukan melalui karya amal, tetapi haruslah amal yang dimotivasi oleh Injil dan memiliki Injil sebagai tujuan akhirnya. Merawat yang membutuhkan, mengajar, melayani dan sejenisnya semuanya baik hanya jika Kristus adalah motivasi dan tujuan akhir. Hidup kita harus membuat Yesus lebih dikenal dan dikasihi, lebih dipahami dan diikuti. Faktanya, bahkan jika kita memberi makan banyak orang dalam kemiskinan, merawat mereka yang sakit, atau mengunjungi mereka yang kesepian, tetapi melakukannya untuk alasan selain untuk pada akhirnya membagikan Injil Yesus Kristus, maka pekerjaan kita tidak akan menghasilkan buah yang baik untuk membangun Kerajaan Surga. Dalam hal ini, kita hanya akan menjadi dermawan daripada misionaris cinta Tuhan.

Renungkan, hari ini, atas misi yang diberikan kepada Anda oleh Tuhan kita untuk menghasilkan buah yang baik yang berlimpah untuk membangun Kerajaan-Nya. Ketahuilah bahwa ini hanya dapat dicapai dengan doa yang sungguh-sungguh mencari cara Tuhan mengilhami Anda untuk bertindak. Berusaha untuk melayani kehendak-Nya sendiri sehingga semua yang Anda lakukan adalah untuk kemuliaan Tuhan dan keselamatan jiwa.

Rajaku yang mulia, aku berdoa agar KerajaanMu bertumbuh dan banyak jiwa akan mengenalMu sebagai Tuhan dan Tuhan mereka. Gunakan aku, Tuhan yang terkasih, untuk membangun Kerajaan itu dan membantu semua tindakanku dalam hidup untuk menghasilkan buah yang berlimpah dan baik. Yesus, aku percaya padaMu.
Amin

komsostidar