Renungan 10 Maret 2021

Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi.Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
Matius 5:17-18

Hukum Taurat, hukum dari Perjanjian Lama, menetapkan berbagai aturan moral, serta aturan upacara untuk penyembahan. Yesus menjelaskan bahwa Dia tidak menghapus semua yang Tuhan ajarkan melalui Musa dan para Nabi. Ini karena Perjanjian Baru adalah puncak dan penyempurnaan dari Perjanjian Lama. Jadi, tidak ada hal lama yang dihapuskan; itu digenapi dan dibawa sampai kepada penyelesaiannya.

Ajaran moral Perjanjian Lama adalah hukum yang terutama mengalir dari akal manusia. Masuk akal bahwa seseorang tidak boleh membunuh, mencuri, melakukan perzinahan, berbohong, dll. Masuk akal juga bahwa Tuhan harus dihormati dan dihormati. Sepuluh Perintah dan hukum moral lainnya masih berlaku sampai sekarang. Tetapi Yesus membawa kita lebih jauh. Dia tidak hanya memanggil kita untuk lebih dalam menaati perintah-perintah ini, Dia juga menjanjikan anugrah agar bisa digenapi. Jadi, “Jangan membunuh” diperdalam dengan persyaratan pengampunan total dan total dari mereka yang menganiaya kita.

Menarik untuk diperhatikan bahwa kedalaman baru dari hukum moral yang Yesus berikan sebenarnya melampaui akal manusia. “Jangan membunuh” masuk akal bagi hampir semua orang, tetapi “kasihi musuhmu dan berdoa bagi mereka yang menganiaya kamu” adalah hukum moral baru yang masuk akal hanya dengan bantuan kasih karunia. Tetapi tanpa kasih karunia, pikiran alamiah manusia saja tidak dapat sampai pada perintah baru ini.

Ini sangat membantu untuk dipahami, karena seringkali kita menjalani hidup dengan mengandalkan akal manusia kita sendiri ketika harus membuat keputusan moral. Dan meskipun akal manusia kita akan selalu mengarahkan kita menjauh dari kegagalan moral yang paling nyata, itu tidak akan cukup untuk membimbing kita ke ketinggian kesempurnaan moral. Kasih karunia diperlukan agar panggilan tinggi ini masuk akal. Hanya dengan kasih karunia kita dapat memahami dan memenuhi panggilan untuk memikul salib kita dan mengikuti Kristus.

Renungkan, hari ini, pada panggilan Anda sendiri menuju kesempurnaan. Jika tidak masuk akal bagi Anda bagaimana Tuhan dapat mengharapkan kesempurnaan dari Anda, maka berhenti sejenak dan renungkan fakta bahwa Anda benar — itu tidak masuk akal bagi akal manusia saja! Berdoalah agar akal manusia Anda dibanjiri dengan terang kasih karunia sehingga Anda tidak hanya dapat memahami panggilan tinggi Anda menuju kesempurnaan tetapi Anda juga akan diberi rahmat yang dibutuhkan untuk mencapainya.

Yesusku yang paling tinggi, Engkau telah memanggil kami ke ketinggian baru yang suci. Engkau telah memanggil kami menuju kesempurnaan. Terangi pikiran kami, Tuhan terkasih, sehingga dapat memahami panggilan tinggi ini dan mencurahkan rahmat-Mu, sehingga kami dapat merangkul kewajiban moral kami sepenuhnya. Yesus, aku percaya padaMu.
Amin


Renungan 9 Maret 2021 Renungan 11 Maret 2021

komsostidar