Renungan 12 Maret 2021

Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa.Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Markus 12:29-30

Mengapa Anda memilih untuk kurang mencintai Tuhan, Allahmu dengan SEGENAP hatimu, dengan SEGENAP jiwamu, dengan SEGENAP pikiranmu, dan dengan SEGENAP kekuatanmu? Mengapa Anda memilih untuk kurang mencintai Tuhan ? Kita memilih banyak hal lain untuk dicintai dalam hidup, meskipun Yesus jelas dengan perintah ini.

Yang benar adalah bahwa satu-satunya cara untuk mencintai orang lain, dan bahkan mencintai diri sendiri, adalah memilih untuk mencintai Tuhan dengan SEGENAP kita. Tuhan harus menjadi satu-satunya fokus cinta kita. Tapi yang menakjubkan adalah semakin kita melakukan ini, semakin kita menyadari bahwa cinta yang kita miliki dalam hidup kita adalah jenis cinta yang meluap dan meluap dalam kelimpahan. Dan kasih Tuhan yang melimpah inilah yang kemudian mengalir ke atas orang lain.

Di sisi lain, jika kita mencoba untuk membagi cinta kita dengan usaha kita sendiri, memberikan Tuhan hanya sebagian dari hati, jiwa, pikiran dan kekuatan kita, maka cinta yang kita miliki untuk Tuhan tidak dapat tumbuh dan melimpah seperti yang Tuhan inginkan. Kita membatasi kapasitas kita untuk cinta, dan kita jatuh ke dalam keegoisan.
Cinta Tuhan adalah anugerah yang benar-benar luar biasa ketika kita total mencintaiNya.

Masing-masing dari bagian kehidupan kita ini layak untuk direnungkan dan diperiksa. Pikirkan tentang hati Anda dan bagaimana Anda dipanggil untuk mencintai Tuhan dengan hati Anda.Mungkin hati Anda lebih fokus pada perasaan, emosi, dan kasih sayang Anda. Mungkin juga Anda adalah seorang yang sangat spiritual.
Terlepas dari bagaimana Anda memahami berbagai bagian dari keberadaan Anda, kuncinya adalah setiap bagian harus mencintai Tuhan dengan sepenuhnya.

Renungkan, hari ini, atas perintah indah dari Tuhan kita. Itu adalah perintah cinta, dan itu diberikan kepada kita bukan untuk kepentingan Tuhan tapi untuk kita. Tuhan ingin memenuhi kita dengan cinta yang meluap. Mengapa kita memilih untuk kurang mencintai?

Tuhanku yang penuh kasih, cintaMu untukku tidak terbatas dan sempurna dalam segala hal. Aku berdoa agar diriku belajar untuk mencintai-Mu dengan setiap bagian keberadaanku, tidak menahan apa pun, dan setiap hari tumbuh lebih dalam dalam cintaku kepada-Mu. Ketika aku tumbuh dalam cinta itu, ajarkan aku berterima kasih atas sifat cinta yang melimpah, dan aku berdoa agar cintaMu ini akan mengalir ke dalam hati orang-orang di sekitarku. Yesus, aku percaya padaMu.
Amin


Renungan 11 Maret 2021 Renungan 13 Maret 2021

komsostidar