Renungan 18 Maret 2021

Bagaimanakah kamu dapat percaya jika kamu menerima pujian dari seorang akan yang lain dan tidak mencari pujian yang datang dari Allah yang Esa?
Yohanes 5:44

Sangat normal dan sehat bagi orang tua untuk memuji seorang anak kecil atas kebaikan yang mereka lakukan. Penguatan positif yang sehat ini adalah cara untuk mengajari mereka pentingnya berbuat baik dan menghindari apa yang salah. Tapi pujian manusia bukanlah panduan yang sempurna tentang apa yang benar dan salah. Faktanya, ketika pujian manusia tidak didasarkan pada kebenaran Tuhan, hal itu menyebabkan kerusakan besar.

Kutipan singkat dari Kitab Suci di atas berasal dari ajaran Yesus yang panjang tentang perbedaan antara pujian manusia dan “pujian yang hanya datang dari Tuhan”. Yesus menjelaskan bahwa satu-satunya hal yang bernilai adalah pujian yang datang dari Tuhan saja. Faktanya, di awal Injil ini, Yesus berkata dengan jelas, “Saya tidak menerima pujian manusia…” Mengapa demikian?

Kembali ke contoh orang tua yang memuji seorang anak atas kebaikan yang mereka lakukan, ketika pujian yang mereka berikan benar-benar merupakan pujian atas kebaikan mereka, maka ini lebih dari sekedar pujian manusia. Itu adalah pujian dari Tuhan yang diberikan melalui orang tua. Tugas orang tua haruslah mengajarkan yang benar sesuai dengan kehendak Tuhan.

Adapun “pujian manusia” yang Yesus bicarakan, ini jelas merupakan pujian bagi orang lain yang tidak memiliki kebenaran Allah. Dengan kata lain, Yesus mengatakan bahwa jika seseorang memuji DiriNya untuk sesuatu yang tidak berasal dari Bapa di Surga, Dia akan menolaknya. Misalnya, jika seseorang berkata tentang Yesus, “Saya pikir Dia akan menjadi gubernur yang hebat bagi bangsa kita karena dia dapat memimpin pemberontakan melawan kepemimpinan saat ini.” Jelas sekali “pujian” seperti itu akan ditolak.

Intinya adalah bahwa kita harus memuji satu sama lain, tetapi pujian kita haruslah hanya yang berasal dari Tuhan. Kata-kata kita harus diucapkan hanya sesuai dengan Kebenaran. Kekaguman kita harus hanya pada kehadiran Tuhan yang hidup dalam diri orang lain. Jika tidak, jika kita memuji orang lain berdasarkan nilai duniawi atau egois, kita hanya mendorong mereka dalam dosa.

Renungkan, hari ini, atas pujian yang Anda berikan dan terima. Apakah Anda membiarkan pujian yang salah arah terhadap orang lain membuat Anda salah arah dalam hidup? Dan ketika Anda memuji dan memuji orang lain, apakah pujian itu didasarkan pada Kebenaran Tuhan dan diarahkan pada kemuliaan-Nya. Berusaha memberi dan menerima pujian hanya jika itu didasarkan pada Kebenaran Tuhan dan mengarahkan semua pada kemuliaan-Nya.

Tuhanku yang terpuji, aku berterima kasih dan memuji-Mu atas kebaikan-Mu yang sempurna. Aku berterima kasih atas caraMu bertindak dalam kesatuan yang sempurna dengan kehendak Bapa. Bantu aku untuk hanya mendengarkan suara-Mu dalam hidup ini dan untuk menolak semua suara yang menyesatkan dan membingungkan di dunia ini. Semoga nilai dan pilihanku dibimbing olehMu dan Engkau sendiri. Yesus, aku percaya padaMu.
Amin


Renungan 17 Maret 2021

komsostidar