Renungan 02 April 2021 – Jumat Agung

Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.
Lukas 23:46

Salah satu doa yang paling dalam dan mengubah yang pernah bisa kita doakan diberikan kepada kita hari ini sebagai tanggapan atas Mazmur kita: “Bapa, ke dalam tanganMu Kuserahkan nyawa-Ku.” Kata-kata ini, tentu saja, diucapkan oleh Tuhan kita saat Dia tergantung di kayu Salib dan bersiap untuk menghembuskan nafas terakhir. Tetapi itu juga kata-kata yang bergema di seluruh kehidupan Yesus di dunia, dan itu terus bergema dari hati Ilahi Tuhan kita di Surga untuk selama-lamanya. “Bapa, ke dalam tanganmu aku menyerahkan nyawaKu.”

Doa ini adalah doa penyerahan diri kepada kehendak sempurna Bapa di Surga, yang merupakan satu-satunya misi Yesus saat Dia hidup di bumi. Tujuan satu-satunya adalah untuk memenuhi kehendak Bapa, dan ini dilakukan dengan penyerahan hidup-Nya yang terus-menerus kepada Bapa. Tetapi penyerahan Yesus kepada Bapa di Surga tidak berakhir saat Dia mati di kayu Salib. Penyerahannya kepada Bapa adalah realitas kekal. Dia terus menerus memberikan diri-Nya kepada Bapa dengan kasih yang sempurna. Ini adalah Surga. Surga adalah kesatuan abadi dari Tritunggal Mahakudus. Itu adalah pemberian abadi dari Bapa kepada Anak dan Anak untuk Bapa. Pemberian dan penerimaan yang sempurna antara Bapa dan Anak membangkitkan Roh Kudus yang berasal dari keduanya.

Bayangkan tanggapan yang Bapa berikan kepada Putra saat Dia mendoakan doa dari Salib ini. Meskipun tanggapan Bapa tidak dicatat dalam Alkitab, kita dapat yakin bahwa tanggapan Bapa adalah penerimaan dan timbal balik yang lengkap. Bapa menerima Putra-Nya yang kekal melalui doa itu dan menerima pengorbanan terakhir dari kehidupan duniawi-Nya untuk keselamatan dunia. Dan Bapa kemudian menanggapi dengan cara timbal balik dengan menganugerahkan kepada Anak dalam kodrat manusia-Nya hadiah penuh dari diri-Nya sendiri. Meskipun Bapa dan Putra selalu bersatu sempurna sebagai kesatuan, doa dari Salib ini menjadi manifestasi duniawi dari persatuan kudus ini.

Meskipun realitas kekal dari Kasih Bapa, Putra dan Roh Kudus ini merupakan misteri iman kita yang dalam, itu juga merupakan misteri yang harus kita upayakan untuk ditembus dan berperan serta di dalamnya. Surga akan menjadi partisipasi kekal kita dalam kasih yang sempurna ini. Doa Yesus di kayu Salib adalah doa yang sempurna bagi kita untuk berdoa sepanjang hidup kita agar mulai masuk ke dalam realitas kekal itu, di sini dan sekarang, dan untuk mempersiapkan diri kita sendiri untuk berbagi dalam persatuan kekal ini selamanya.

Pada Jumat Agung ini, saat Anda memandang pada penyaliban Yesus dan merenungkan sengsarara-Nya dan kematian duniawi-Nya, cobalah untuk melihat melampaui penderitaan manusiawi-Nya dan bagaimana penyerahan total sempurna-Nya. Cobalah untuk melihat bahwa kematian fisik-Nya tidak lain adalah tindakan kasih yang sempurna bagi Bapa dan tindakan di mana kita diundang untuk berpartisipasi. Renungkan dengan penuh, doa indah Yesus hari ini: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku” Ucapkan berulang kali. Berdoa perlahan dan meditatif. Nikmati setiap kata. Jadikan itu doa Anda sendiri. Biarkan itu keluar dari lubuk jiwa Anda. Biarlah itu menjadi tindakan kasih Anda kepada Tuhan sehingga Roh Kudus akan terwujud dalam hidup Anda. Gunakan doa ini untuk menunjukkan kasih Anda kepada Bapa, menjadikan Dia lebih sepenuhnya Bapa Anda. Gunakan doa ini sebagai cara mempersatukan diri Anda dengan Putra yang kekal. Katakan dengan Dia, di dalam Dia dan melalui Dia. Berusahalah untuk menjadi satu dengan Tuhan kita saat Dia memanifestasikan kesatuan-Nya dengan Bapa dan Roh Kudus.
Jika Anda melakukannya dari kedalaman hati, Anda dapat yakin bahwa Bapa kita di Surga akan menerima Anda sama seperti yang Dia lakukan kepada Putra-Nya dan Mereka, bersama dengan Roh Kudus, akan menganugerahkan ke atas Anda karunia kehidupan Tritunggal.

Bapa di Surga, ke dalam tanganMu aku menyerahkan nyawa-Ku. Saat aku memandang salib dan melihat Anak-Mu yang kekal memandang-Mu di Surga, aku mempersatukan diriku dengan penyerahan kekal-Nya kepada-Mu. Ya Yesus Tuhanku, tarik aku ke dalam penyerahanMu dan bantu aku untuk membuat doa-Mu yang sempurna ini menjadi milikku juga. Aku mencintaiMu, Tritunggal Mahakudus, dan berdoa agar aku dapat berbagi dalam realitas kekal cintaMu. Yesus, aku percaya padaMu.
Amin


Renungan 01 April 2021 (KAMIS PUTIH) | Renungan 03 April 2021 (SABTU SUCI)

komsostidar