Renungan 25 April 2021 – Hari Minggu Paskah Keempat (Hari Minggu Pangilan)

Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.
sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.
Yohanes 10:11-12

Secara tradisional, Minggu Paskah Keempat ini disebut “Minggu Gembala yang Baik”. Ini karena bacaan untuk hari Minggu ini dari ketiga tahun liturgi berasal dari Injil Yohanes pasal sepuluh di mana Yesus mengajar dengan jelas dan berulang kali tentang peran-Nya sebagai Gembala yang Baik. Apa artinya menjadi gembala? Lebih khusus lagi, bagaimana Yesus paling sempurna bertindak sebagai Gembala yang Baik bagi kita semua?

Gambar Yesus sebagai gembala adalah gambar yang menawan. Banyak seniman telah menunjukkan Yesus sebagai pria yang lembut dan baik hati yang menggendong domba di lengan atau di bahu-Nya. Sebagian, gambaran suci inilah yang kita taruh di depan mata pikiran kita untuk direnungkan hari ini. Ini adalah gambar yang mengundang dan yang membantu kita untuk berpaling kepada Tuhan kita, seperti seorang anak akan berpaling kepada orang tuanya. Tetapi meskipun gambaran Yesus yang lembut dan menawan ini sebagai seorang gembala cukup mengundang, ada aspek lain dari peran-Nya sebagai Gembala yang juga harus dipertimbangkan.

Injil yang dikutip di atas memberi kita inti definisi Yesus tentang kualitas terpenting dari seorang gembala yang baik. Dia adalah orang yang “memberikan nyawaNya untuk domba-dombanya.” Dia adalah orang yang rela menderita, karena cinta.Dia adalah orang yang memilih keselamatan hidup domba-dombaNya daripada keselamatan hidupNya sendiri. Inti dari ajaran ini adalah pengorbanan. Seorang gembala adalah pengorbanan. Dan berkorban adalah definisi cinta yang paling benar dan akurat.

Meskipun Yesus adalah “Gembala yang Baik” yang memberikan hidup-Nya untuk kita semua, kita juga harus setiap hari berusaha untuk meniru kasih pengorbanan-Nya bagi orang lain. Kita harus menjadi Kristus, Gembala yang Baik, bagi orang lain setiap hari. Dan cara kita melakukan ini adalah dengan mencari cara untuk menyerahkan hidup kita untuk orang lain, mengutamakan mereka, mengatasi setiap kecenderungan egois, dan melayani mereka dengan hidup kita. Cinta tidak hanya mengalami saat-saat menawan dan mengharukan dengan orang lain; pertama dan terpenting, cinta adalah tentang pengorbanan.

Renungkan, hari ini, pada dua gambaran Yesus sang Gembala yang Baik. Pertama, renungkan Tuhan yang lembut dan lembut yang menyambut anda dan merawat anda dengan cara yang kudus, penuh kasih, dan menawan. Tapi kemudian arahkan pandangan anda ke Penyaliban. Gembala Yang Baik kita memang memberikan nyawa-Nya untuk kita semua. Kasih penggembalaanNya membuat Dia sangat menderita dan menyerahkan nyawa-Nya agar kita bisa diselamatkan. Yesus tidak takut mati untuk kita, karena kasih-Nya sempurna. Kita adalah orang-orang yang berarti bagi-Nya, dan Dia bersedia melakukan apa pun yang diperlukan untuk mencintai kita, termasuk mengorbankan hidup-Nya karena cinta. Renungkan kasih pengorbanan yang paling suci dan murni ini dan berusahalah untuk lebih sepenuhnya menawarkan kasih yang sama ini kepada semua orang yang harus anda kasihi.

Yesus Gembala yang Baik, aku sangat berterima kasih kepada-Mu karena telah mencintaiku sampai mengorbankan hidup-Mu di kayu Salib. Engkau mencintaiku tidak hanya dengan kelembutan dan kasih sayang yang paling tinggi, tetapi juga dengan cara pengorbanan dan tanpa pamrih. Saat aku menerima cinta Ilahi-Mu, Tuhan yang terkasih, tolonglah aku untuk juga meniru cinta-Mu dan mengorbankan hidupku untuk orang lain. Yesus, Gembala yang Baik, aku percaya kepadaMu.
Amin


Renungan 24 April 2021 Renungan 26 April 2021

komsostidar