Renungan 27 April 2021

Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.”
Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku
Yohanes 10:24-25

Mengapa orang-orang ini tidak tahu bahwa Yesus adalah Kristus? Mereka ingin Yesus berbicara “dengan jelas” kepada mereka, tetapi Yesus mengejutkan mereka dengan mengatakan bahwa Dia sudah menjawab pertanyaan mereka tetapi mereka “tidak percaya.” Bagian Injil ini melanjutkan ajaran indah tentang Yesus sebagai Gembala yang Baik. Sangat menarik bahwa orang-orang ini ingin Yesus berbicara dengan jelas tentang apakah Dia adalah Kristus atau bukan, tetapi sebaliknya, Yesus berbicara dengan jelas tentang fakta bahwa mereka tidak percaya kepada-Nya karena mereka tidak mendengarkan. Mereka telah melewatkan apa yang telah Dia katakan dan dibiarkan dalam kebingungan.

Satu hal yang dikatakan hal ini kepada kita adalah bahwa Tuhan berbicara kepada kita dengan cara-Nya sendiri, tidak harus dengan cara yang kita ingin Dia berbicara. Dia berbicara dengan bahasa yang mistis, mendalam, lembut dan tersembunyi. Dia mengungkapkan misteri-Nya yang terdalam hanya kepada mereka yang telah datang untuk mempelajari bahasa-Nya. Tetapi bagi mereka yang tidak mengerti bahasa Tuhan, kebingungan muncul.

Jika anda pernah menemukan diri anda bingung dalam hidup, atau bingung tentang rencana yang Tuhan sediakan untuk anda, maka mungkin inilah saatnya untuk memeriksa seberapa cermat anda mendengarkan cara Tuhan berbicara. Kita bisa memohon kepada Tuhan, siang dan malam, untuk “berbicara dengan jelas” kepada kita, tetapi Dia hanya akan berbicara dengan cara yang selalu Dia katakan. Dan bahasa apakah itu? Pada tingkat terdalam, ini adalah bahasa doa yang ditanamkan.

Doa, tentu saja, berbeda dari sekedar mengucapkan doa. Doa pada akhirnya adalah hubungan cinta dengan Tuhan. Ini adalah komunikasi di level terdalam. Doa adalah tindakan Tuhan di dalam jiwa kita yang dengannya Tuhan mengundang kita untuk percaya kepada-Nya, untuk mengikuti-Nya, dan untuk mencintai-Nya. Ajakan ini terus menerus ditawarkan kepada kita, tetapi terlalu sering kita gagal mendengarnya karena kita gagal untuk benar-benar berdoa.

Banyak dari Injil Yohanes, termasuk Bab Sepuluh yang kita baca hari ini, berbicara dengan cara mistik. Tidak mungkin hanya membacanya seperti novel dan memahami semua yang Yesus katakan dengan sekali baca. Ajaran Yesus harus didengar di dalam jiwa anda, dengan doa, renungan, dan didengar. Pendekatan ini akan membuka telinga hati anda terhadap kepastian suara Tuhan.

Renungkan, hari ini, pada cara-cara misterius di mana Tuhan berkomunikasi dengan anda. Jika anda tidak mengerti bagaimana Dia berbicara, maka itu adalah titik awal yang baik. Luangkan waktu dengan Injil ini, renungkan dengan doa yang sungguh-sungguh. Renungkan kata-kata Yesus, dengarkan suara-Nya. Pelajari bahasa-Nya melalui doa hening dan biarkan kata-kata suci-Nya menarik Anda kepada-Nya.

Tuhanku yang misterius dan tersembunyi, Engkau berbicara kepadaku siang dan malam dan terus-menerus mengungkapkan cintaMu kepadaku. Bantu aku untuk belajar mendengarkanMu sehingga aku dapat bertumbuh dalam iman dan benar-benar menjadi pengikut-Mu dalam segala hal. Yesus, aku percaya padaMu.
Amin


Renungan 26 April 2021

komsostidar