Renungan 29 April 2021

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.
Yohanes 13:16-17

Selama ini, Minggu Keempat Paskah, kita kembali ke Perjamuan Terakhir dan akan menghabiskan beberapa minggu memikirkan ceramah yang Yesus berikan pada Kamis Malam itu kepada murid-murid-Nya. Pertanyaan yang harus anda tanyakan pada diri anda hari ini adalah: “Apakah anda diberkati?” Yesus berkata bahwa anda diberkati jika anda “memahami” dan “melakukan” apa yang Dia ajarkan kepada murid-murid-Nya. Jadi apa yang Dia ajarkan kepada mereka?

Yesus menawarkan tindakan profetik ini dimana Dia mengambil peran sebagai pelayan dengan membasuh kaki para murid. Tindakannya jauh lebih keras daripada kata-kata, seperti kata pepatah. Murid-murid direndahkan oleh tindakan ini, dan Petrus, pada awalnya, menolaknya. Ada sedikit keraguan bahwa tindakan pelayanan yang rendah hati ini, yang dengannya Yesus merendahkan diri-Nya di hadapan murid-murid-Nya, memberikan kesan yang kuat kepada mereka.

Pandangan duniawi tentang kebesaran jauh berbeda dari yang diajarkan Yesus. Kebesaran duniawi adalah proses meninggikan diri anda di mata orang lain, berusaha agar mereka tahu betapa baiknya anda. Kebesaran duniawi sering kali didorong oleh ketakutan akan apa yang orang lain pikirkan tentang anda, dan keinginan untuk dihormati oleh semua. Tetapi Yesus ingin menjelaskan bahwa kita hanya akan menjadi hebat jika kita melayani. Kita harus merendahkan diri di hadapan orang lain, menjaga mereka dan kebaikan mereka, menghormati mereka dan menunjukkan kepada mereka cinta dan rasa hormat yang terdalam. Dengan membasuh kaki mereka, Yesus sepenuhnya meninggalkan pandangan duniawi tentang kebesaran dan memanggil murid-murid-Nya untuk melakukan hal yang sama.

Kerendahan hati terkadang sulit untuk dipahami. Inilah mengapa Yesus berkata, “Jika kamu memahami ini …” Dia menyadari bahwa para murid, serta kita semua, akan bergumul dengan memahami pentingnya merendahkan diri di hadapan orang lain dan melayani mereka. Tetapi jika anda benar-benar memahami kerendahan hati, anda akan “diberkati” saat anda menjalaninya. anda tidak akan diberkati di mata dunia, tetapi anda akan benar-benar diberkati di mata Tuhan.

Kerendahan hati khususnya dicapai ketika kita memurnikan keinginan kita akan kehormatan dan prestise, ketika kita mengatasi semua rasa takut akan perlakuan buruk, dan ketika, sebagai ganti keinginan dan ketakutan ini, kita menginginkan berkat yang melimpah atas orang lain, bahkan sebelum diri kita sendiri. Cinta dan kerendahan hati ini adalah satu-satunya cara menuju cinta yang misterius dan mendalam ini.

Renungkan, hari ini, atas tindakan rendah hati dari Putra Allah, Juruselamat Dunia, merendahkan diri-Nya di hadapan murid-murid-Nya, melayani mereka seolah-olah Dia adalah seorang pelayan. Coba bayangkan diri anda melakukan ini untuk orang lain. Pikirkan berbagai cara yang dapat anda lakukan dengan lebih mudah untuk menempatkan orang lain dan kebutuhan mereka di atas kebutuhan anda. Berupayalah untuk menghilangkan setiap keinginan egois yang anda perjuangkan dan kenali rasa takut yang membuat anda tidak rendah hati. Pahami karunia kerendahan hati ini dan jalani itu. Hanya dengan begitu anda akan benar-benar diberkati.

Tuhanku yang rendah hati, Engkau memberikan kami teladan kasih yang sempurna ketika Engkau memilih untuk melayani murid-murid-Mu dengan kerendahan hati yang besar. Bantu aku untuk memahami kebajikan yang indah ini dan untuk menjalaninya. Bebaskan aku dari semua keegoisan dan ketakutan sehingga aku bisa mencintai orang lain seperti Engkau telah mencintai kami semua. Yesus, aku percaya padaMu.
Amin


Renungan 28 April 2021

komsostidar