Renungan 30 April 2021

Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku
Yohanes 14:1

Dalam Injil Yohanes, Pasal 14–17 menyajikan kepada kita apa yang disebut sebagai “Khotbah Perjamuan Terakhir” Yesus, atau “Khotbah Terakhir”-Nya. Ini adalah serangkaian khotbah yang diberikan oleh Tuhan kita kepada para murid pada malam Dia ditangkap. Wacana-wacana ini sangat dalam dan penuh dengan citra simbolis. Dia berbicara tentang Roh Kudus, berbagai dorongan, pokok anggur dan ranting-rantingnya, kebencian dunia. Ceramah-ceramah ini dimulai dengan Injil hari ini di mana Yesus membahas ketakutan yang akan datang, atau hati yang bermasalah, yang Dia tahu akan dialami oleh para murid-Nya.

Mari kita mulai dengan membahas baris pertama yang diucapkan oleh Yesus di atas: “Jangan biarkan hatimu gelisah.” Ini adalah perintah. Itu adalah perintah yang lembut tapi tetap saja perintah. Yesus tahu bahwa murid-murid-Nya akan segera melihat Dia ditangkap, dituduh secara salah, diejek, dipukuli dan dibunuh. Dia tahu mereka akan kewalahan dengan apa yang akan segera mereka alami, jadi Dia menggunakan kesempatan ini untuk dengan lembut dan penuh kasih menegur ketakutan yang akan segera mereka hadapi.

Rasa takut bisa datang dari berbagai sumber. Beberapa ketakutan bermanfaat bagi kita, seperti ketakutan yang hadir dalam situasi berbahaya. Dalam hal ini, ketakutan tersebut dapat meningkatkan kesadaran kita akan bahaya sehingga kita melanjutkan dengan hati-hati. Tetapi ketakutan yang Yesus bicarakan di sini berbeda jenisnya. Itu adalah ketakutan yang dapat menyebabkan keputusan yang tidak rasional, kebingungan, dan bahkan keputusasaan. Ini adalah jenis ketakutan yang ingin ditegur oleh Tuhan kita dengan lembut.

Apa yang terkadang membuat anda takut? Banyak orang bergumul dengan kecemasan, kekhawatiran, dan ketakutan karena berbagai alasan. Jika ini adalah sesuatu yang anda perjuangkan, penting untuk membiarkan kata-kata Yesus bergema di dalam pikiran dan hati anda. Cara terbaik untuk mengatasi rasa takut adalah dengan menegurnya dari sumbernya. Dengarkan Yesus berkata kepada anda, “Jangan biarkan hatimu gelisah.” Kemudian dengarkan perintah kedua-Nya: “percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku ” Iman kepada Tuhan adalah obat untuk rasa takut. Saat kita memiliki iman, kita berada di bawah kendali suara Tuhan. Ini adalah kebenaran Tuhan yang mengarahkan kita daripada kesulitan yang kita hadapi. Ketakutan dapat menyebabkan pemikiran irasional, dan pemikiran irasional dapat membawa kita semakin dalam ke dalam kebingungan. Iman menembus irasionalitas yang menggoda kita, dan kebenaran yang disajikan iman kepada kita membawa kejelasan dan kekuatan.

Renungkan, hari ini, pada apa pun yang menyebabkan anda paling cemas, khawatir, dan takut dalam hidup Anda. Izinkan Yesus berbicara kepada anda, untuk memanggil anda kepada iman dan untuk menegur masalah itu dengan lembut namun tegas. Ketika anda memiliki iman kepada Tuhan, anda dapat menanggung segala hal. Yesus memikul Salib. Para murid akhirnya menanggung salib mereka. Tuhan ingin menguatkan anda juga. Biarkan Dia berbicara kepada anda sehingga anda akan mengatasi apa pun yang paling menyusahkan hati.

Gembalaku yang terkasih, Engkau tahu semua hal. Engkau tahu hatiku dan kesulitan yang aku hadapi dalam hidup. Beri aku keberanian yang aku butuhkan, untuk menghadapi setiap godaan rasa takut dengan keyakinan dan kepercayaan kepadaMu. Membawa kejernihan pikiranku dan kedamaian di hatiku yang bermasalah. Yesus, aku percaya padaMu.
Amin


Renungan 29 April 2021 Renungan 01 Mei 2021

komsostidar