Renungan 04 Mei 2021

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
Yohanes 14:27

Jadi, bagaimana perdamaian yang Yesus berikan kepada anda berbeda dari kedamaian yang nyata yang dunia berikan? Kita semua menginginkan kedamaian dalam hidup. Keinginan untuk kedamaian batin tertulis di dalam kodrat kita. Dan meskipun banyak orang membuat pilihan yang mengarah pada gangguan dalam batin dan bahkan kekacauan, pilihan tersebut sering kali dibuat dari perasaan bingung tentang apa yang sebenarnya memberikan kepuasan.

Misalnya, mereka yang memilih untuk kecanduan obat-obatan atau alkohol sering kali memulai kecanduan itu karena keinginan yang salah arah untuk kebahagiaan. Perbaikan sementara yang dialami memberikan perasaan sejahtera sementara. Tetapi secara obyektif, sangat jelas bahwa “kedamaian” sementara yang diterima seseorang dari tindakan ini pada akhirnya mengarah pada hilangnya hal yang mereka inginkan. Dan ketika pilihan-pilihan ini menjadi kecanduan, orang tersebut sering kali terjebak dalam penderitaan.

Ada juga cara lain yang tak terhitung jumlahnya di mana orang menemukan diri mereka mencari kepuasan dan kepuasan dalam hidup. Uang, pergaulan bebas, curang, egois, marah, menipu, dan sejenisnya adalah semua tindakan yang dilakukan dengan maksud untuk kepuasan. Tujuan harian kita haruslah untuk membuka kedok tindakan menipu itu sehingga kita dapat melihatnya apa adanya dan untuk buah yang mereka hasilkan. Ini jelas adalah cara-cara “dunia” menawarkan kita kedamaian.

Ketika berbicara tentang kebahagiaan sejati dalam hidup, karunia kedamaian batin yang sejati adalah salah satu tanda paling jelas bahwa kita berada di jalur yang benar dan membuat keputusan yang tepat. Ketika kita memilih kehendak Tuhan setiap hari, pilihan itu mungkin sulit dan membutuhkan banyak pengorbanan awal. Cinta bisa jadi sulit. Kesetiaan pada hukum moral Allah bisa menjadi tantangan. Dan menolak berbuat dosa itu sulit. Tetapi memilih kehendak Allah sepanjang hari kita, setiap hari, akan mulai menghasilkan di dalam diri kita karunia yang menghibur dan menopang dari damai sejahtera Kristus.

Kedamaian sejati menghasilkan kekuatan. Itu mengarah pada integritas dan keutuhan batin. Ini menghasilkan kejernihan pikiran dan kepastian dalam keyakinan. Damai Tuhan menghasilkan lebih banyak kedamaian. Itu mengarah pada pilihan berdasarkan tindakan cinta yang dipikirkan dengan matang. Damai menuntun kita pada kehendak Tuhan, dan kehendak Tuhan menuntun kita pada kedamaian. Salah satu panduan paling jelas menuju kebahagiaan dalam hidup.

Renungkan, hari ini, apakah anda benar-benar memiliki kedamaian di hati anda. Apakah anda mengenali kehadiran Tuhan yang tenang, kuat dan menopang di dalam jiwa anda? Apakah pilihan harian anda menghasilkan integritas hati dan kejernihan pikiran yang lebih besar? Apakah anda menemukan bahwa anda memiliki kegembiraan dan ketenangan, bahkan di tengah tantangan terbesar dalam hidup? Carilah kedamaian ini, karena jika anda melakukannya, Anda akan mencari Tuhan yang baik yang menghasilkan hadiah yang mulia ini di dalam hati anda.

Tuhanku pembawa damai sejahtera, Engkau dan kehendak-Mu yang suci adalah satu-satunya jalan menuju pemenuhan terdalam dari semua keinginan ku dalam hidup. Ketika aku membuat pilihan buruk yang menyebabkan kekacauan dan kebingungan, bantu aku untuk berpaling kepada-Mu dengan sepenuh hati. Tolong buka kedok penipuan duniawi yang aku perjuangkan dan beri aku kekuatan yang kubutuhkan untuk mencariMu dan kedamaianMu sendiri. Yesus, aku percaya padaMu.
Amin


Renungan 03 Mei 2021 Renungan 05 Mei 2021

komsostidar