Renungan 06 Mei 2021

Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.
Yohanes 15:10

Ketika Yesus mengucapkan kalimat di atas, Dia mengikutinya dengan berkata, “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh”. Kedua baris ini, yang dipadukan, memberikan kesatuan yang bermanfaat dari ajaran Yesus tentang ketaatan suci kepada-Nya.

Pertama, Yesus berbicara tentang perlunya menaati perintah-perintah-Nya. Bagi beberapa orang, pernyataan seperti itu, ketika diambil dengan sendirinya, dapat tampak membebani, diktator, menindas, dan membatasi. Tapi apakah itu? Jawabannya ditemukan dengan jelas saat kita membaca.

Hal berikutnya yang Yesus ajarkan adalah bahwa efek dari menaati perintah-perintah-Nya adalah bahwa kita “tetap di dalam kasih-Nya.” Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa Dia tidak meminta kita untuk melakukan apapun yang Dia sendiri tidak ingin lakukan. Dia patuh pada kehendak Bapa, menaati perintah-perintah Bapa dengan sempurna. Oleh karena itu, kita harus mendengar perintah-Nya sebagai perintah yang mengalir dari pilihan-Nya yang hidup bebas untuk menjadi taat. Sebagai Anak Tuhan yang Berinkarnasi, Dia secara sempurna menaati Bapa dengan sifat manusia-Nya. Hasilnya adalah Dia tetap dipenuhi dengan kasih Bapa. Tapi itu belum semuanya. Sukacita juga dialami secara “lengkap” saat kita meniru ketaatan Yesus yang sempurna.

Dalam terang ajaran Tuhan kita, bagaimana anda memandang ketaatan yang kudus kepada kehendak Tuhan? Ambil, misalnya, masing-masing dari Sepuluh Perintah Allah. Apakah anda bergumul dengan ketaatan yang teguh kepada sepuluh perintah Allah ? Apakah anda mengalaminya sebagai batasan yang menindas dan dipaksakan daripada apa yang sebenarnya? Ketika dipahami dengan benar, Sepuluh Perintah Allah dan setiap perintah lain dari kehendak Tuhan, adalah persis apa yang kita butuhkan, dan terlebih lagi, persis apa yang sangat kita dambakan dalam hidup. Kami menginginkan tatanan daripada kekacauan. Kami menginginkan integritas daripada kerapuhan. Kami menginginkan kegembiraan daripada kesedihan. Dan kami menginginkan kesatuan dengan kasih Tuhan daripada kehilangan Tuhan. Jalan menuju kehidupan yang sangat kita dambakan adalah ketaatan pada perintah kehendak Tuhan dalam segala hal.

Renungkan, hari ini, reaksi langsung batin anda terhadap ketaatan suci. Jika anda menemukan diri anda menolak dengan cara apa pun terhadap ajaran Yesus ini, maka itu pertanda baik bahwa anda membutuhkan ajaran ini lebih dari yang mungkin anda ketahui. Cobalah untuk melihat ketaatan dalam terang kebenaran. Cobalah untuk melihat bahwa, jauh di lubuk hati, jiwa Anda merindukan ketaatan dan keteraturan yang dibawanya. Periksalah, dengan teguh tekad kembali diri anda sendiri untuk kepatuhan yang tak tergoyahkan pada setiap perintah Tuhan kita.

Tuhanku yang patuh pada kehendak Bapa, Engkau mematuhi kehendak Bapa-Mu di Surga dengan sempurna. Melalui ketaatan ini, Engkau tidak hanya mengalami cinta dan sukacita penuh dari Bapa dalam kodrat kemanusiaan-Mu, Engkau juga memberikan teladan dan teladan sempurna bagi kami untuk kesucian. Bantu kami untuk melihat bagian-bagian kehidupan di mana kami perlu lebih patuh, sehingga kami juga akan berbagi dalam kehidupan kudus-Mu dan kehidupan Bapa. Yesus, aku percaya padaMu.
Amin


Renungan 05 Mei 2021 Renungan 07 Mei 2021

komsostidar