Renungan 13 Mei 2021 – HARI RAYA KENAIKAN TUHAN

Mendengar itu beberapa dari murid-Nya berkata seorang kepada yang lain: “Apakah artinya Ia berkata kepada kita: Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku? i  Dan: Aku pergi kepada Bapa?” Maka kata mereka: “Apakah artinya Ia berkata: Tinggal sesaat saja? Kita tidak tahu apa maksud-Nya.”
Yohanes 16:17-18

Bagaimana dengan anda? Tahukah anda apa maksud Yesus? Atau apakah anda menemukan kebingungan dengan apa yang Dia katakan persis seperti para murid ini? Meskipun kesombongan mungkin menggoda anda untuk mengklaim bahwa anda sepenuhnya memahami semua yang Yesus ajarkan, kebenaran yang rendah hati dan jujur ​​adalah bahwa anda mungkin sangat mirip dengan para murid ini dalam kebingungan mereka.

Pertama, kebingungan para murid ini menunjukkan bahwa mereka menganggap Yesus serius. Mereka tidak acuh tak acuh. Mereka peduli, tertarik, ingin memahami, dan pasti memiliki tingkat iman yang cukup kepada Yesus. Jika tidak, mereka akan mengabaikan Dia. Tapi mereka tidak melakukannya. Mereka mendengarkan, mencoba untuk memahami, mendiskusikan ajaran-Nya, memikirkan tentang perkataan-Nya dan dengan rendah hati menyimpulkan bahwa mereka tidak mengerti.

Yesus tidak mengkritik kebingungan mereka. Dia melihat bahwa mereka sedang berusaha dan bahwa mereka memiliki tingkat keyakinan tertentu. Dan meskipun murid-murid ini bingung, Yesus terus berbicara kepada mereka dalam kiasan daripada secara langsung dan jelas. Salah satu alasan Yesus berbicara dalam bahasa kiasan adalah karena pesan yang Dia ajarkan sangat dalam dan dalam. Ini bukanlah sesuatu yang dapat dengan cepat dan mudah dipahami dan dikuasai. Misteri Kerajaan Surga begitu dalam, luas, mendalam dan mistis sehingga satu-satunya cara untuk mulai memahaminya adalah dengan memiliki iman terlebih dahulu. Iman tidak berarti anda memahami segalanya. Iman adalah anugerah supernatural yang dengannya anda menjadi percaya tanpa melihat dan memahami sepenuhnya. Kepastian datang untuk Tuhan, bukan dari kemampuan nalar anda sendiri. Tapi iman selalu mengarah pada pemahaman yang lebih dalam. Oleh karena itu, ketika murid-murid ini mengakui iman mereka, mereka juga menjadi mengerti. Dan meskipun Yesus berbicara dengan cara kiasan ini, para murid ini akhirnya membuat pilihan untuk percaya. Kemudian di bab ini mereka menyimpulkan, “Sekarang kami menyadari bahwa anda tahu segalanya dan bahwa anda tidak perlu ditanyai siapa pun. Karena itu kami percaya bahwa kamu berasal dari Allah ”(Yohanes 16:30).

Jika anda menemukan diri anda bingung tentang berbagai masalah iman, Tuhan, moralitas, dan sejenisnya, atau jika anda menemukan diri anda bingung tentang berbagai misteri kehidupan itu sendiri, atau kehidupan anda pada khususnya, jangan takut untuk mengakui kebingungan ini. Mengakui kebingungan adalah penerimaan kebenaran yang rendah hati, dan kerendahan hati ini akan menjadi langkah yang membantu menuju karunia iman.

Renungkan, hari ini, apakah anda bergumul dengan ketidakpedulian terhadap misteri kehidupan. Jika demikian, berkomitmenlah diri anda untuk menjadi lebih seperti murid-murid ini yang dengan sengaja bergumul dengan semua yang Yesus bicarakan. Jangan takut untuk mengakui kebingungan anda dan menempatkan kebingungan itu di hadapan Tuhan kita. Berusahalah untuk memiliki karunia iman dan biarkan percikan iman itu menjadi jalan untuk pemahaman anda yang lebih dalam tentang banyak misteri kehidupan.

Tuhanku yang misterius, Engkau dan semua misteri Kerajaan Surga begitu dalam dan mendalam sehingga tak seorang pun akan pernah sepenuhnya memahami kedalaman, keluasan, dan keindahannya. Tolong buka pikiran saya, Tuhan terkasih, untuk pemahaman yang lebih dalam tentang-Mu sehingga saya dapat mengakui iman kepada-Mu dan dalam semua yang telah Engkau pilih untuk ungkapkan. Saya percaya, Tuhanku. Bantu ketidakpercayaan saya. Yesus, aku percaya padaMu.
Amin


Renungan 12 Mei 2021 Renungan 14 Mei 2021

komsostidar