Renungan 15 Mei 2021

Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu
Yohanes 16:25

Kapan Yesus akan berbicara dengan jelas tentang Bapa? Kapan “waktu” itu yang Dia bicarakan? Pertama, “waktu” ini dapat dipahami sebagai waktu setelah kematian, Kebangkitan, dan Kenaikan-Nya ke Surga. Saat itulah Roh Kudus akan turun ke atas mereka pada hari Pentakosta untuk membuka pikiran mereka untuk memahami semua yang telah Dia ajarkan dengan wawasan dan kejelasan yang jauh lebih besar. Namun dalam Injil Yohanes, “waktu” juga merujuk pada kematian-Nya di kayu Salib. Ini adalah saat kemuliaan-Nya, saat Anak Manusia menyelamatkan kita melalui sengsara-Nya yang kudus. Oleh karena itu, pernyataan Yesus ini harus dibaca dalam konteks Dia yang mengacu pada keinginan-Nya yang akan datang. Ingatlah bahwa khotbah yang Yesus berikan ini adalah bagian dari “Kotbah Perjamuan Terakhir”. Itu diberikan segera sebelum Yesus pergi ke Taman Getsemani untuk ditangkap.

Ketika kita menganggap “waktu” ini sebagai sengsara dan kematian Yesus di kayu Salib, kita harus menyadari fakta bahwa tindakan kematian-Nya bukan hanya tindakan penebusan yang menyelamatkan, itu juga salah satu cara paling jelas di mana Dia berbicara tentang Bapa-Nya di Surga. Penderitaan dan kematian Yesus sebenarnya mengungkapkan Bapa kepada para murid dengan cara yang tidak dapat diungkapkan oleh “kiasan”-Nya. Bahasa terselubung Yesus diucapkan sebagai kebenaran tetapi sebagai kebenaran yang tidak dapat sepenuhnya dikomunikasikan. Namun, penderitaan dan kematian Yesus yang dipeluk dengan bebas benar-benar mengkomunikasikan Bapa dengan cara yang sedalam mungkin. Salib adalah cinta yang murni, dan Bapa adalah cinta yang murni. Kematian Yesus di kayu Salib dalam ketaatan pada kehendak Bapa mengungkapkan kepada semua bahwa Bapa sangat mencintai kita sehingga Dia rela mengorbankan Anak-Nya yang tunggal sehingga jika kita percaya kepada-Nya, kita akan mewarisi hidup yang kekal.

Pesan Salib adalah ajaran yang benar tentang kasih Bapa. Itu adalah ajaran yang terjadi melalui tindakan kasih yang paling murni dan penuh pengorbanan. Salib adalah Yesus yang berbicara “dengan jelas tentang Bapa” sejauh itu mengungkapkan kedalaman cinta Bapa untuk semua umat manusia. Jika anda merasa ini sulit untuk dipahami, maka anda tidak sendiri. Para murid sendiri bergumul dengan ini. Itulah mengapa mereka pada akhirnya membutuhkan Roh Kudus untuk datang ke atas mereka untuk membuka pikiran mereka. Kita juga membutuhkan Roh Kudus jika tabir ingin dibuka dan kita harus memahami pesan paling kuat dari kasih Tuhan yang tak terbatas ini.

Renungkan, hari ini, atas keinginan Yesus yang membara untuk mengangkat tabir ajaran-Nya dan untuk mengungkapkan kepada anda, dengan jelas, kedalaman kasih Bapa bagi anda. Izinkan Roh Kudus untuk membuka pikiran anda terhadap wahyu ini seperti yang diberikan melalui penyaliban. Berdoa untuk karunia itu. Dengarkan Yesus memberi tahu anda bahwa Dia ingin memberi pemahaman ini dan kemudian menunggu rahmat yang anda butuhkan untuk melihat dan memahami hati Bapa dan kasih Ilahi-Nya untuk anda.

Yesusku, kemuliaan-Mu di kayu Salib adalah pewahyuan kasih Bapa yang paling jelas dan paling lengkap. Di kayu Salib, Engkau menunjukkan kepada kami betapa dalam kami dikasihi oleh-Mu dan oleh Bapa di Surga. Tolong bukalah pikiran kami, Tuhan yang terkasih, untuk semua yang ingin Kau ungkapkan, sehingga ketika kami mengenal-Mu, kami juga akan mengenal Bapa-Mu di Surga. Yesus, aku percaya padaMu.
Amin


Renungan 14 Mei 2021

Renungan 16 Mei 2021 – HARI MINGGU PASKAH KETUJUH

komsostidar