Renungan 22 Mei 2021

Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar.Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.
Yohanes 21:24-25

Saat kita mengakhiri masa Paskah kita, kita diberi kesimpulan dari Injil Santo Yohanes untuk direnungkan. Ingatlah bahwa Injil Yohanes telah menjadi fokus utama selama Masa Paskah. Oleh karena itu, jika anda telah membaca Injil dengan penuh doa setiap hari selama beberapa minggu terakhir, maka anda benar-benar telah membenamkan diri anda dalam Injil suci Santo Yohanes ini.

Injil Santo Yohanes jauh berbeda dari tiga Injil Sinoptik lainnya. Bahasa Yohanes bersifat mistik dan simbolis. Yohanes menyajikan tujuh mukjizat sebagai tujuh “tanda” yang mengungkapkan keIlahian Yesus. Yesus diidentifikasi sebagai AKU, Putra Bapa, Pokok Anggur, Roti Hidup, Terang Dunia, Firman yang Kekal, dan banyak lagi. Yohanes menunjuk pada Penyaliban sebagai saat kemuliaan Yesus di mana Dia mengambil tahta Salib-Nya untuk keselamatan dunia. Dan ajaran Yohanes tentang Ekaristi sungguh luar biasa.

Yohanes menyatakan bahwa alasan dia menulis Injilnya begitu “sehingga kamu menjadi percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah, dan bahwa melalui kepercayaan ini kamu dapat memiliki hidup dalam nama-Nya” (Yohanes 20:31). Yohanes dengan jelas mengasihi Tuhan kita dan memahami Dia, tidak hanya melalui pengalaman pribadi ketika Yesus masih hidup di bumi tetapi juga melalui tingkat doa yang dalam di tahun-tahun terakhirnya. Dan kedalaman pemahaman dan pengetahuan mistik ini dikomunikasikan sedemikian rupa sehingga pembaca dengan mudah ditarik ke dalam pemahaman doa Yohanes.

Saat Yohanes mengakhiri kesaksiannya tentang Yesus, dia menyatakan sesuatu yang layak untuk direnungkan. Dia menyatakan bahwa Yesus melakukan begitu banyak hal yang tidak dicatat oleh dia atau orang lain, sehingga jika semuanya ditulis, seluruh dunia tidak akan memuat buku-buku yang akan ditulis. Pertama-tama, segala sesuatu yang tertulis bisa menjadi sumber studi doa seumur hidup. Injil Yohanes sendiri tidak akan pernah habis maknanya. Tetapi kemudian pertimbangkan baris terakhir dari Injil Yohanes ini dan cobalah untuk menganggapnya sebagai pernyataan literal sejenak. Jika pernyataan itu benar secara harfiah, bahwa seluruh dunia tidak dapat memuat buku-buku yang akan mencatat semua yang Yesus lakukan, maka fakta ini seharusnya membuat kita kagum. Faktanya, alasan ini harus benar adalah karena apa yang Yesus lakukan di dalam setiap pikiran dan hati yang Dia sentuh benar-benar tak terlukiskan. Volume demi volume tidak bisa mendeskripsikannya secara menyeluruh. Tindakan Ilahi-Nya untuk menyelamatkan jiwa, menyelamatkan orang dari dosa dan kematian, dan mengarahkan mereka ke kehidupan kekal lebih dari yang dapat dipahami sepenuhnya oleh pikiran kita yang lemah.

Renungkan, hari ini, Injil suci Santo Yohanes. Saat kita mengakhiri Masa Paskah ini dan membaca Injil Yohanes, biarkan diri anda terpesona oleh aktivitas tak terbatas dari Tuhan kita yang Ilahi dalam kehidupan mereka yang telah berpaling kepada-Nya. Pertimbangkan setiap gerakan kasih karunia dalam hidup mereka yang telah dicapai dengan perhatian dan kasih yang sedemikian besar oleh Tuhan kita. Renungkan fakta bahwa untuk kekekalan anda akan merenungkan Sabda Kekal yang menjadi Daging, Mesias, AKU YANG Agung, Putra Bapa dan setiap nama lain yang diberikan kepada Dia yang adalah Allah dan Raja kita. Santo Yohanes mengasihi Tuhan kita dan sangat memahami Dia karena dia menghabiskan hidupnya dengan penuh doa untuk merenungkan semua yang Yesus lakukan. Teruslah berkomitmen pada diri anda untuk perenungan suci ini sehingga anda akan ditarik lebih dalam ke dalam kontemplasi ini dengan kekaguman yang suci.

Yesus, Mesias, diriMu benar-benar di luar pemahaman dalam keindahan, kemuliaan dan kekudusan. Engkau adalah Tuhan dari Tuhan dan Cahaya dari Cahaya. Engkau adalah AKU Agung, dan semua buku di dunia tidak dapat dengan tepat menggambarkan kedalaman keagungan-Mu. Isi pikiran dan hatiku dengan karunia wawasan rohani yang dalam sehingga seperti Santo Yohanes Penginjil, aku akan terus-menerus ditarik ke dalam kekaguman yang kudus kepada-Mu. Yesus, aku percaya padaMu.
Amin


Renungan 21 Mei 2021

Renungan 23 Mei 2021 (HARI RAYA PENTAKOSTA)

komsostidar