Renungan 28 Mei 2021

Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar.Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.
Maka kata-Nya kepada pohon itu: “Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!” Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya
Markus 11:12-14

Ini adalah cerita yang sangat unik dan menarik. Hal pertama yang dikatakan di sini adalah bahwa Yesus adalah manusia seutuhnya. Sebagai seorang pria, Dia lapar. Tetapi kisah ini memberi tahu kita lebih dari sekadar fakta sederhana bahwa Yesus lapar. Dia akan tahu bahwa ini bukanlah musim untuk buah ara tumbuh, tetapi Dia tetap memutuskan untuk mencari buah ara. Dan ketika Dia tidak menemukannya, Dia mengutuk pohon ara dan, seperti yang kita baca nanti di bab ini, pohon itu layu dan mati. Ini adalah tindakan simbolis demi murid-murid-Nya, karena murid-murid-Nya mendengar Dia mengutuk pohon itu dan kemudian melihat bahwa pohon itu telah layu.

Santo Bede, seorang Bapa Gereja mula-mula, memberi tahu kita bahwa tindakan Yesus ini memiliki tujuan alegoris. Pohon itu melambangkan banyak orang yang Yesus temui, dan terus kita jumpai hingga hari ini, yang gagal menghasilkan buah yang baik dalam hidup mereka. Mereka adalah orang-orang Farisi dan lainnya yang mempraktikkan iman mereka hanya secara eksternal. Daun, Santo Bede mengatakan kepada kita, adalah simbol dari eksternal iman, dan kurangnya buah adalah simbol dari buah interior kekudusan dan pekerjaan baik yang hilang. Pelajaran ini memberi tahu kita bahwa Yesus sangat menuntut. Dia bertekad untuk menemukan buah yang baik dalam hidup kita. Dia ingin kita menjadi suci secara otentik. Dan ketika Dia hanya menemukan yang eksternal (simbol : daun), Dia akan menegur kita dalam kasih, bahkan mengambil yang eksternal.

Buah baik apa yang ingin Tuhan kita temukan dalam hidup anda? Bagaimana Dia ingin anda secara nyata bertumbuh dalam kekudusan? Apakah anda mengikuti gerakan, menghadiri Misa, berdoa, tetapi gagal menghasilkan banyak kebajikan, kasih sayang, belas kasihan, dan kebaikan? Apakah anda mengatakan anda percaya kepada Tuhan kita tetapi kemudian gagal untuk memberitakan Injil suci dengan kata-kata dan tindakan anda? Jika Tuhan kita datang kepada anda, ketika Dia datang ke pohon ara ini, apa yang akan Dia temukan?

Menjadi seorang Kristen bukanlah sesuatu yang eksklusif antara anda dan Tuhan. Menjadi seorang Kristen mengharuskan anda untuk begitu diserahkan kepada pelayanan kepada Tuhan dan orang lain sehingga Tuhan dapat melakukan hal-hal yang luar biasa melalui anda. Iman Kristen harus menghasilkan buah yang baik dalam hidup dan melalui anda dalam kehidupan orang lain. Dan itu harus dilakukan dengan cara yang berlimpah.

Renungkan, hari ini, pada gambar suci Yesus berjalan ke pohon ara ini memeriksanya untuk mendapatkan buah. Lihat pohon ini sebagai gambar jiwa anda dan lihat rasa lapar di hati Tuhan kita. Saat Dia melihat anda dan hidup anda, akankah Dia merasa kenyang? Akankah Dia menemukan kekudusan dan menunjukkan perbuatan baik? Atau akankah Dia menemukan sedikit atau tidak sama sekali selain klaim eksternal bahwa anda adalah seorang Kristen? Komitmenkan diri anda pada kelimpahan kesucian yang otentik dan nyata dan rasa lapar Tuhan kita akan terpuaskan.

Tuhanku, Engkau memanggil semua pengikut-Mu menuju kekudusan yang dihidupkan, berubah, terwujud, dan berbuah bagi Kerajaan-Mu. Bantulah saya untuk menjadi seorang Kristen tidak hanya dalam nama tetapi terutama dalam tindakan. Semoga hidup saya benar-benar menghasilkan buah kesucian yang baik dan semoga kekudusan itu menjadi sarana yang Kau gunakan untuk memberi makan kelaparan rohani umat-Mu. Yesus, aku percaya padaMu.
Amin


Renungan 27 Mei 2021 Renungan 29 Mei 2021

komsostidar