Renungan 30 Mei 2021 – HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Matius 28:19-20

Dari semua pesta besar yang kita rayakan di dalam Gereja sepanjang tahun, Hari Raya hari ini menghadirkan Misteri yang begitu dalam dan transenden kepada kita sehingga keabadian kita akan dihabiskan dalam kontemplasi terus-menerus. Tritunggal, kehidupan Bapa, Anak dan Roh Kudus, tidak akan pernah menjadi kuno, tidak pernah dipahami sepenuhnya, dan akan menjadi penyebab dari adorasi dan kegembiraan abadi kita. Meskipun Gereja telah menggunakan konsep filosofis untuk menjelaskan Tritunggal, tidak ada konsep atau deskripsi manusia yang akan sepenuhnya menjelaskan Siapa Tuhan itu. Meskipun kita dapat menunjukkan beberapa kebenaran umum tentang Tuhan, kita tidak akan pernah bisa sepenuhnya menggambarkan esensi batin, kedalaman, keindahan, dan kemahakuasaan Tritunggal.

Saat kami mempertimbangkan fakta itu, penting untuk dipahami bahwa Tritunggal bukanlah misteri teologis pertama yang kami coba definisikan. Sebaliknya, Tritunggal pertama-tama adalah persekutuan Pribadi yang mengundang kita untuk mengenalnya. Kita tidak mengenal Tuhan terutama melalui deduksi intelektual. Kita mengenal Tuhan melalui persatuan doa dengan-Nya. Meskipun teologi sangat berguna dan penting, esensi Tuhan berada di luar semua dan di luar setiap konsep filosofis yang dapat kita definisikan.

Bapa, Putra dan Roh Kudus adalah Pribadi. Dan sebagai Pribadi, mereka ingin dikenal. Dan mereka ingin dikenal terutama melalui kehidupan doa yang dalam dan intim. Berdoa untuk Satu, tentu saja, berdoa untuk semua, karena mereka adalah Satu Tuhan. Tetapi kita, bagaimanapun, dipanggil untuk hubungan kasih dengan Bapa, Putra dan Roh Kudus. Dan meskipun pikiran kita yang lemah mungkin tidak dapat sepenuhnya memahami esensi Tuhan, Dia akan menarik kita lebih dalam dan lebih dalam lagi ke dalam pengetahuan tentang Dia jika kita membiarkan Dia bekerja dalam doa dan keintiman kita denganNya.

Doa sering kali dimulai dengan berkata-kata, dengan merenungkan Kitab Suci, dan dengan mendengarkan. Tetapi doa yang benar adalah sesuatu yang jauh lebih dalam. Doa sejati adalah doa kontemplatif yang pada akhirnya menuntun pada persatuan Ilahi. Hanya Tuhan yang dapat memulai bentuk doa ini dalam hidup kita, dan hanya Tuhan, melalui bentuk doa yang dalam ini, yang dapat mengkomunikasikan diri-Nya kepada kita sebagaimana Dia adanya. Beberapa mistik terbesar Gereja kita, seperti Santo Yohanes dari Salib dan Santa Teresa dari Ávila, menjelaskan dalam teologi mistik mereka bahwa pengetahuan terdalam tentang Tuhan tidak datang melalui konsep atau gambaran. Faktanya, jika kita ingin memperoleh pengetahuan tentang Tuhan dalam esensi-Nya, kita harus mengizinkan Dia untuk membersihkan setiap konsep tentang Siapa Dia sehingga cahaya murni dari esensi-Nya dapat dicurahkan ke dalam pikiran kita. Pengetahuan ini, kata mereka, melampaui pengetahuan “tentang” Tuhan. Ini adalah awal dari pengetahuan “tentang” Tuhan.

Renungkan, hari ini, pada Tritunggal Mahakudus. Saat anda melakukannya, ucapkan doa kepada Tuhan meminta pengetahuan yang lebih dalam dan lebih intim tentang Dia. Mintalah Dia untuk mengkomunikasikan kepada anda kasih Ilahi-Nya dan untuk membuka pikiran dan hati anda untuk pemahaman yang lebih dalam tentang Siapa Dia. Cobalah untuk merendahkan diri di hadapan Misteri agung kehidupan batin Tuhan. Kerendahan hati di hadapan Misteri Tuhan berarti bahwa kita mengetahui betapa sedikit yang kita ketahui tentang Dia dan betapa sedikit yang kita ketahui tentang Dia. Tetapi kebenaran yang rendah hati itu akan membantu anda bergerak lebih dekat ke hubungan cinta yang lebih dalam yang menjadi panggilan anda.

Tritunggal Mahakudus, Bapa, Putra dan Roh Kudus, tolong tarik aku ke dalam hubungan cinta dengan-Mu Yang satu Tuhan dan tiga Pribadi Ilahi. Semoga misteri dan keindahan hidupMu semakin dikenal dan kucintai setiap hari melalui karunia mengubah doa mistik. Yesus, aku percaya padaMu.
Amin


Renungan 29 Mei 2021

komsostidar