Renungan 20 Juni 2021 – HARI MINGGU BIASA KE-XII

Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, tidak perdulikah Engkau kalau kita binasa?”
Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
Markus 4:37-39

Perikop ini adalah apa yang bisa kita sebut “tindakan kenabian” dari Yesus. Tindakannya menenangkan badai adalah cara berbicara kepada kita tentang kehidupan kita sendiri.

Hal pertama yang harus direnungkan adalah bahwa Yesus ada di tengah badai. Dia berada di atas kapal saat ombak datang menerjang. Tetapi kuncinya adalah bahwa Dia ada di sana. Ini memberitahu kita bahwa setiap kali kita mengalami “badai” dalam hidup kita, Yesus ada di tengah-tengahnya. Dia tidak jauh; sebaliknya, Dia ada di sana.

Tetapi kita juga memperhatikan bahwa Dia sedang tidur. Satu hal yang dapat kita ambil dari sini adalah bahwa Yesus menunggu doa kita. Dia menunggu kita untuk berpaling kepada-Nya di tengah badai. Itu harus menjadi pikiran pertama kita setiap kali kita merasa kewalahan atau tertantang oleh keadaan hidup.

Perhatikan bahwa “doa” para Rasul serupa dengan bagaimana kita berdoa pada waktu-waktu tertentu. “Guru, apakah Anda tidak peduli bahwa kita binasa?” Begitu sering kita berpaling kepada Tuhan sambil berkata, “Tuhan, di mana Engkau? Mengapa Engkau tidak membantu? ” Tetapi kita harus tahu bahwa Tuhan sering diam sebagai cara untuk memanggil kita kepada diri-Nya agar kita kembali kepada-Nya dalam kepercayaan dan keyakinan. Yesus menerima doa mereka dan menjawab.

Tanggapannya hanyalah untuk menyatakan otoritas-Nya atas badai. Dia menegurnya dan berkata, “Diam! Tenanglah!” Dengan itu, badai tidak memiliki kemampuan untuk melanjutkan dan semuanya tenang.

Kita harus tahu bahwa Yesus melakukan ini agar kita memiliki keyakinan bahwa Dia dapat mengatasi kesulitan apa pun yang kita hadapi. Tidak ada badai yang terlalu besar bagi-Nya. Tidak ada yang tidak bisa Dia tangani.

Renungkan, hari ini, apa yang paling menakutkan Anda setiap hari. Apa yang menggoyahkan imanmu? Kembalilah kepada Yesus di tengah-tengah itu dan ketahuilah bahwa Dia ada di sana siap untuk membawa kedamaian dan ketenangan.

Tuhan, aku mengundangMu ke dalam hidupku dan ke dalam badai kehidupanku. Aku tahu Engkau dapat melakukan segala sesuatu, jadi aku mohon kedamaian dan ketenangan-Mu di hatiku. Bantu aku untuk selalu kembali kepada-Mu. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 19 Juni 2021 Renungan 21 Juni 2021

komsostidar