Renungan 01 Juli 2021

Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri.Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”
Matius 9:1-2

Tepat sebelum perikop ini, Yesus mengusir setan dari dua orang dari kota orang Gadara. Setelah itu, penduduk kota menyuruh-Nya untuk meninggalkan kota mereka, jadi Yesus berangkat dengan perahu dan tiba di Kapernaum, yang merupakan tempat tinggal-Nya setelah meninggalkan Nazaret. Perjumpaan dengan seorang lumpuh di atas tandu inilah yang menunggu-Nya ketika Dia turun dari perahu.

Ingatlah bahwa ketika Yesus kembali ke Nazaret, tempat Ia dibesarkan, Ia tidak dapat melakukan mukjizat apa pun di sana karena kurangnya iman mereka. Keakraban mereka dengan Dia menggoda mereka untuk tidak percaya bahwa Dia adalah seseorang yang istimewa. Tetapi sekarang, di kota baru-Nya di mana Dia baru saja pindah, Yesus melakukan mujizat yang hebat karena orang-orang telah menunjukkan iman.

Pada bagian di atas, cobalah untuk memasuki TKP. Yesus baru saja ditolak oleh orang Gadara, Dia datang dengan perahu ke Kapernaum, Dia turun dan segera bertemu dengan sekelompok orang yang jelas-jelas telah menunggu-Nya. Coba bayangkan percakapan mereka saat Yesus berada di seberang danau. Mereka tahu Dia akan kembali ke rumah baru-Nya, mereka menyiapkan tandu untuk orang lumpuh itu, dan kemudian mereka menunggu, berharap dan berdoa agar Yesus datang dan menyembuhkan orang itu. Juga jelas bahwa Yesus dapat segera merasakan iman mereka dan sangat tersentuh olehnya. Salah satu bagian terpenting dari perikop ini adalah bahwa Yesus tidak hanya mengatakan “Ya” untuk penyembuhan fisik dan berhenti begitu saja. Sebaliknya, tanggapan-Nya terhadap orang lumpuh itu adalah terlebih dahulu mengampuni dosa-dosanya. Ada pelajaran penting untuk kita pelajari dari hal ini yang akan membantu kita mengetahui cara terbaik untuk berdoa.

Seringkali ketika kita berdoa, kita berdoa untuk kebaikan ini atau itu dari Tuhan kita. Kita berdoa untuk apa yang kita ingin Yesus berikan kepada kita. Tetapi kisah ini menunjukkan kepada kita bahwa apa yang Yesus inginkan bagi kita berbeda. Pertama, Dia ingin memberi kita pengampunan atas dosa-dosa kita. Ini adalah prioritas-Nya, dan itu juga harus menjadi milik kita. Begitu pengampunan dosa terjadi dengan orang lumpuh ini, Yesus juga menyembuhkan, sebagai bukti kuasa-Nya untuk mengampuni dosa. Kisah ini akan membantu kita untuk mengurutkan prioritas kita dalam doa sesuai dengan prioritas Yesus. Jika kita menjadikan dukacita karena dosa sebagai prioritas utama kita, kita dapat yakin bahwa Yesus akan menjawab kita. Dari sana, Yesus mengetahui semua kebutuhan kita. Kita dapat mempersembahkannya kepada-Nya tetapi hanya ketika kita didamaikan di dalam hati kita sendiri dengan-Nya.

Renungkan, hari ini, tentang cara anda berdoa setiap hari. Cobalah untuk memahami pentingnya melakukan pemeriksaan harian atas dosa-dosa anda. Ini harus menjadi bagian pertama dan terpenting dari doa harian anda. Meskipun banyak orang tidak suka melihat dosa, itu jauh lebih mudah dilakukan ketika fokusnya bukan pada dosa, melainkan fokus pada belas kasihan pengampunan dan penyembuhan spiritual yang anda butuhkan. Semakin anda sadar akan dosa harian anda, semakin banyak belas kasihan yang akan anda terima. Dan semakin banyak belas kasihan untuk pengampunan dosa-dosa yang anda terima, semakin Tuhan kita akan dapat memberkati anda dengan berlimpah. Selalu mulai dengan rahmat Tuhan kita dan kebutuhan anda sendiri akan belas kasihan itu setiap hari, dan semuanya akan diurus oleh Tuhan kita.

Tuhanku yang pengasih, Engkau menginginkan rekonsiliasi denganku, di lubuk hatiku yang paling dalam, untuk menjadi prioritas harianku dalam doa. Engkau ingin mengampuni dan menyembuhkanku agar aku semakin dekat dengan-Mu. Mohon ampuni aku atas dosa-dosaku, Tuhan yang terkasih, dan bantu aku untuk menjadi lebih memperhatikan dosaku terhadap-Mu dan orang lain setiap hari. Terima kasih sebelumnya atas rahmat dan belas kasihan yang menyelamatkan ini. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 30 Juni 2021

komsostidar