Renungan 04 Juli 2021 – HARI MINGGU BIASA KE XIV

Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.”
Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka.Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.
Markus 6:4-6

Perjumpaan Yesus dengan kerabat-Nya sendiri di kota-Nya sendiri mengecewakan. Mereka kagum pada kebijaksanaan-Nya dan perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan-Nya. Namun terlepas dari keheranan ini pada-Nya, mereka “tersinggung oleh-Nya.” Mereka tersinggung karena mereka tidak mengerti bagaimana seseorang yang mereka kenal baik, salah satu kerabat mereka sendiri, bisa menjadi seseorang yang istimewa. Mereka membiarkan kedekatan dan keakraban mereka dengan Yesus mengaburkan kemampuan mereka untuk beriman kepada-Nya dan bersukacita dalam kebesaran-Nya.

Kita tidak memiliki perjuangan yang sama ini secara langsung. Tak satu pun dari kita berasal dari kota Yesus sendiri atau anggota keluarga besar-Nya melalui hubungan darah. Tetapi kita masih bisa jatuh ke dalam perangkap untuk menolak Yesus karena Dia hadir di dalam orang-orang terdekat kita, di dalam keluarga kita sendiri dan di antara teman-teman dekat kita.

Pergumulan yang dihadapi Yesus ini mengungkapkan kecenderungan kita untuk memandang orang-orang terdekat kita tanpa mata iman. Meskipun Yesus dihakimi secara salah, kadang-kadang kita dapat menghakimi orang-orang yang dekat dengan kita karena dosa-dosa mereka atau bahkan persepsi kita yang salah tentang tindakan baik mereka. Apakah anda dapat melihat orang lain dalam terang kebenaran? Apakah anda juga mampu melihat melampaui kelemahan dan dosa orang lain dan melihat hadirat dan kasih karunia Allah hidup dalam hidup mereka? Apakah anda dapat melihat kebaikan mereka dan membiarkan Tuhan berbicara kepada anda melalui orang-orang terdekat anda? Ini bisa menjadi perjuangan yang lebih dari yang kita sadari.

Jika itu terjadi pada Yesus, itu akan terjadi dalam keluarga kita juga. Pelajaran yang harus kita pelajari dari hal ini adalah mengidentifikasi godaan untuk hanya melihat hal-hal negatif dalam kehidupan orang-orang terdekat kita. Jika kita dapat mengatasi pencobaan itu, kita akan dapat memusatkan perhatian pada hadirat Tuhan dalam hidup mereka. Ini harus menjadi hal pertama dan utama yang ingin kita temukan setiap hari.

Renungkan, hari ini, seberapa baik anda melihat Tuhan hadir dalam diri orang-orang terdekat anda.Menemukan hadirat Tuhan yang hidup dalam diri orang-orang di sekitar anda akan membantu anda bertumbuh dalam kasih kepada mereka dan kasih kepada Tuhan.

Tuhan, bantu aku untuk melihat-Mu dalam kehidupan orang-orang terdekatku. Bantu aku untuk bersukacita di hadirat-Mu dan untuk bertumbuh dalam kasih kepada orang lain dan dalam kasih kepada-Mu sebagaimana aku melihat Engkau bekerja dalam hidup mereka. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 03 Juli 2021 Renungan 05 Juli 2021

komsostidar