Renungan 21 Juli 2021

Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau.Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.
Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka.
Matius 13:1-3a

Mengapa Yesus berbicara dalam perumpamaan? Dalam Injil hari ini, Yesus melanjutkan dengan mengajarkan “Perumpamaan tentang Penabur.” Segera setelah perumpamaan dalam Injil hari ini, para murid mengajukan pertanyaan ini kepada Yesus. Mereka bertanya, “Mengapa Engkau berbicara kepada mereka dalam perumpamaan?” Yesus menjawab mereka, “Karena pengetahuan tentang rahasia kerajaan surga telah diberikan kepadamu, tetapi kepada mereka itu tidak diberikan.” Jadi mengapa begitu?

Pertama-tama, sebuah cerita mudah untuk didengarkan. Itu menjaga perhatian kita dan mudah diingat. Dalam “Perumpamaan Penabur” yang kita dengar hari ini, Yesus menjelaskan bahwa benih yang ditaburkan oleh penabur jatuh baik di jalan, di tanah berbatu, di antara semak duri, atau di tanah yang subur. Ini adalah deskripsi yang sangat terlihat yang akan mengarahkan orang pada kesimpulan segera. Semua orang tahu bahwa tempat yang ideal untuk menabur benih adalah tanah yang subur. Dan semua orang tahu bahwa benih yang ditaburkan di jalan, tanah berbatu dan di antara semak duri memiliki sedikit harapan untuk menghasilkan buah. Oleh karena itu, perumpamaan ini dengan mudah menarik pendengarnya untuk memahami beberapa pelajaran dasar.

Dengan demikian, cerita ini hanya akan menjadi perumpamaan jika pelajaran yang lebih dalam dipelajari. Jelas, Yesus ingin orang banyak mengerti bahwa mereka hanya akan mengerti misteri yang Dia ajarkan jika mereka seperti tanah yang subur. Dan Dia juga ingin mereka memahami bahwa banyak dari apa yang Dia ajarkan kepada mereka tidak jatuh di tanah yang subur di dalam hati mereka.

Perumpamaan ini, serta semua perumpamaan Yesus, memiliki efek membuat pendengarnya berpikir. Berpikir mengarah pada apa yang kita sebut sebagai rasa ingin tahu yang suci. Dan keingintahuan suci ini akan mulai menghasilkan tanah subur yang dibutuhkan di dalam diri mereka untuk membuka pintu ke misteri Kerajaan Surga yang lebih dalam.

Bagaimana cara Yesus berbicara kepada anda? Apakah anda dapat mendengarkan Yesus berbicara langsung kepada anda, dalam doa, untuk mengungkapkan kepada anda misteri terdalam Surga? Ketika Tuhan berbicara kepada anda, dalam doa dan meditasi, apakah benih Firman-Nya berakar di dalam jiwa anda? Apakah Suara-Nya yang lembut, tenang, tetapi mengubahkan menyampaikan kepada anda Siapa Dia dan apa kehendak-Nya bagi hidup anda? Jika tidak, maka perumpamaan itu adalah untuk anda.

Renungkan, hari ini, keinginan Tuhan untuk berbicara kepada anda. Jika anda bergumul dengan mendengar Suara Tuhan yang jelas dan mendalam bergema di dalam jiwa anda, maka jangan takut untuk menghabiskan waktu dengan banyak perumpamaan yang Yesus ceritakan. Cobalah untuk menempatkan diri anda di dalam adegan. Lihat diri anda sebagai peserta. Dalam perumpamaan hari ini, lihatlah diri anda sebagai ladang. Pikirkan tentang hal-hal dalam hidup anda yang membuat jiwa anda tidak menjadi tanah yang subur. Biarkan kisah Yesus ini berbicara kepada anda. Saat anda melakukannya, perhatikan Suara Tuhan. Dengarkan Dia dan selalu dengarkan Dia. Dan ketika anda mendengar Dia, ketahuilah bahwa benih yang telah Dia tebarkan telah mulai mencapai tanah yang kaya di hati anda.

Tuhanku, Engkau ingin berbicara kepadaku dan mengungkapkan kepadaku semua tentang Diri-Mu. Bantu aku untuk mendengar Suara-Mu agar aku bisa mengenal-Mu lebih jauh. Jadikan hatiku benar-benar tanah yang subur di mana benih Sabda-Mu ditaburkan, sehingga Engkau dapat menghasilkan di dalam diriku banyak buah yang baik. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 20 Juli 2021 Renungan 22 Juli 2021

komsostidar