Renungan 25 Agustus 2021

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.
Matius 23:27-28

Ini bukanlah hal yang mudah bagi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi untuk mendengar. Ini adalah kebenaran yang sulit, yang diucapkan oleh Tuhan kita, sebagian dalam upaya untuk membebaskan mereka dari dosa mereka. Dan meskipun mereka mungkin tidak senang mendengar kutukan yang jelas ini diucapkan, karena itu datang dari Juruselamat Dunia, kita dapat yakin bahwa ini adalah kata-kata kasih yang terdalam dan diucapkan sehingga orang-orang ini akan bertobat dan mengubah cara mereka.

Mungkin masing-masing dari kita, kadang-kadang, merasa ingin mengkritik orang lain. Paling sering, ketika kita merasa seperti ini, itu berasal dari dosa kemarahan pribadi kita sendiri. Mungkin kita disakiti oleh orang lain dan rasa sakit itu menghasilkan keinginan untuk membalas dendam yang berasal dari kemarahan. Namun tidak demikian halnya dengan Yesus.

Pertama, kata-kata ini diucapkan oleh Yesus kepada murid-murid-Nya dan kepada orang banyak, bukan hanya kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Jadi dalam banyak cara Yesus berbicara ini demi kebaikan mereka yang menderita di bawah kepemimpinan sesat para pemimpin agama ini. Tetapi Yesus tahu bahwa para pemimpin ini juga akan mendengar kata-kata-Nya, jadi Dia mengucapkannya kepada mereka. Tetapi tidak seperti kita, Dia melakukannya karena kebajikan yang sempurna untuk memelihara jiwa mereka.

Kadang-kadang, kita masing-masing perlu mendengar Yesus menegur kita dalam kasih. Jika ada ahli Taurat dan orang Farisi yang terbuka pada waktu itu, maka kata-kata Yesus pertama-tama akan menyengat hati mereka tetapi kemudian memiliki efek yang kuat untuk menantang mereka untuk berubah. Mereka membutuhkan ini dan kita juga. Ketika kita terjebak dalam dosa-dosa kita, terutama jika ketegaran muncul, maka kita perlu membiarkan Yesus menantang kita dengan tegas. Tantangan seperti itu bisa menggetarkan, tetapi gemeretak itu terkadang diperlukan. Emosi dan nafsu dapat menyebabkan dosa, tetapi juga dapat menyebabkan pertobatan. Gairah yang dengannya Yesus berbicara menjadi alat yang atas keinginan sendiri membuat mereka duduk dan memperhatikan. Hasilnya adalah mereka menjadi lebih tenggelam dalam dosa mereka atau mereka bertobat. Dan meskipun sebagian besar menjadi lebih tenggelam dalam dosa, yang pada akhirnya mengakibatkan penganiayaan dan kematian Yesus, kita dapat berharap bahwa ada beberapa yang bertobat, seperti Nikodemus.

Renungkan, hari ini, tentang kekuatan kata-kata Yesus kepada para pemimpin agama ini. Meskipun mereka seharusnya menjadi “religius” dan “pemimpin”, mereka bukan keduanya. Mereka membutuhkan kekuatan, keberanian, dan keteguhan Yesus. Mereka perlu dikonfrontasi secara langsung dan menerima kebenaran yang keras dan jelas tentang dosa mereka. Renungkan apa yang ingin dikatakan Yesus kepada anda dalam hidup anda sendiri. Apakah ada area hidup anda di mana Tuhan kita perlu menyapa anda dengan semangat, kekuatan, kejelasan, dan ketegasan? Kemungkinan besar ada. Mungkin tidak dalam area dosa serius seperti yang dialami oleh ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi ini, tetapi jika kita terbuka, Yesus ingin dengan kuat mengejar setiap dosa dalam diri kita. Buka diri anda kepada-Nya dan izinkan Dia membantu anda menyingkirkan dosa-dosa yang paling anda perjuangkan. Dan bersyukurlah atas anugerah ini ketika Dia melakukannya.

Tuhanku yang penuh cinta, Engkau membenci dosa tetapi mencintai orang berdosa. Engkau dengan sempurna berhasrat untuk membebaskan diriku dari semua dosa dan semua keterikatan pada dosa. Tolong bukakan pikiran dan hatiku untuk mendengar teguran Kasih-Mu agar aku dapat menanggapi ajakan-Mu untuk bertobat dengan segenap hatiku. Aku mencintaimu Tuhan yang terkasih. Bebaskan aku dari dosa agar aku bisa lebih mencintai-Mu. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 24 Agustus 2021 Renungan 26 Agustus 2021


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.

komsostidar