Renungan 28 Agustus 2021

Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Matius 25:20-21

Seringkali, ketika kita disajikan dengan kisah sukses versus tragedi, perhatian kita tertuju pada tragedi itu terlebih dahulu. Perumpamaan yang diberikan kepada kita hari ini, Perumpamaan tentang Talenta, menyajikan kepada kita tiga pribadi. Dua orang menampilkan kisah sukses besar. Satu, bagaimanapun, menawarkan cerita yang lebih tragis. Kisah tragis berakhir dengan sang tuan yang memberi tahu pelayan yang mengubur uangnya bahwa dia adalah “hamba yang jahat dan malas!” Namun kedua kisah sukses itu berakhir dengan ucapan sang tuan, “Bagus, hamba-Ku yang baik dan setia. Karena kamu setia dalam hal-hal kecil, aku akan memberimu tanggung jawab yang besar.” Mari kita fokus pada kisah sukses ini.

Kedua pelayan yang berhasil menggandakan uang tuannya. Bahkan dari sudut pandang sekuler, itu sangat mengesankan. Jika anda menginvestasikan uang dengan penasihat keuangan dan segera setelah berinvestasi, anda diberi tahu bahwa uang anda berlipat ganda, anda akan sangat senang. Tingkat pengembalian seperti itu jarang terjadi. Ini adalah pesan pertama yang harus kita ambil dari perumpamaan ini. Menggandakan karunia dan anugerah yang Tuhan berikan kepada kita sangat bisa dilakukan. Alasan untuk ini bukan terutama karena kita; sebaliknya, itu karena Tuhan. Sesuai dengan sifatnya, pemberian Tuhan kepada kita dimaksudkan untuk bertumbuh. Pada dasarnya, kasih karunia mengalir dalam kelimpahan; dan, ketika kita bekerja sama dengan kasih karunia Tuhan, maka itu tumbuh secara signifikan.

Ketika anda mempertimbangkan hidup anda sendiri, karunia apa yang telah Tuhan berikan kepada anda yang Dia ingin anda gunakan untuk kemuliaan-Nya? Apakah ada karunia yang terkubur yang tetap stagnan atau, lebih buruk lagi, digunakan untuk tujuan yang bertentangan dengan rencana Ilahi ? Beberapa karunia yang lebih jelas yang diberikan kepada anda dalam kodrat adalah kecerdasan dan kehendak anda. Selain itu, anda mungkin sangat berbakat dalam satu atau lain cara. Ini semua adalah hadiah yang diberikan pada tingkat alami. Selain itu, Tuhan sering menganugerahkan karunia supernatural yang berlimpah ketika kita mulai menggunakan apa yang kita miliki untuk kemuliaan-Nya dan untuk keselamatan orang lain. Misalnya, jika anda bekerja untuk membagikan kebenaran iman kita kepada orang lain, Tuhan akan mulai memperdalam karunia supernatural anda berupa Nasihat, Kebijaksanaan, Pengetahuan, dan Pemahaman sehingga anda akan dapat berbicara tentang Tuhan dan kehendak-Nya. Ketujuh Karunia Roh Kudus adalah salah satu contoh paling jelas dari karunia supernatural yang diberikan oleh Tuhan sebagai berikut: Kebijaksanaan, Pengertian, Pengenalan, Nasehat, Keperkasaan, Kesalehan, Takut akan Tuhan. Doa yang mengakhiri refleksi ini berasal dari novena tradisional kepada Roh Kudus dan tidak hanya meminta karunia-karunia ini tetapi juga memberikan deskripsi singkat tentangnya untuk pemahaman yang lebih baik.

Renungkan, hari ini, pada kenyataan bahwa apa yang telah Tuhan berikan kepada anda, baik secara alami maupun supranatural, harus diabdikan untuk melayani Tuhan dan sesama. Apakah anda melakukan ini? Apakah anda mencoba menggunakan setiap bakat, setiap karunia, setiap bagian dari diri anda untuk kemuliaan Tuhan dan kebaikan abadi orang lain? Jika tidak, maka hadiah itu akan berkurang. Jika anda melakukannya, anda akan melihat karunia kasih karunia Allah itu tumbuh dalam berbagai cara. Berusahalah untuk memahami karunia-karunia yang telah anda terima dan dengan tegas memutuskan untuk menggunakannya demi kemuliaan Allah dan keselamatan jiwa-jiwa. Jika anda melakukannya, anda juga akan mendengar Tuhan kita berkata, “Bagus, hamba-Ku yang baik dan setia.”

Oh, Tuhan Yesus Kristus, berilah aku Roh Kebijaksanaan, agar aku boleh memandang hina hal-hal yang fana di dunia ini dan hanya mengejar hal-hal yang kekal; Roh Pemahaman, untuk menerangi pikiranku dengan cahaya kebenaran Ilahi-Mu; Roh Penasihat, agar aku dapat memilih cara yang paling pasti untuk menyenangkan Tuhan dan mendapatkan Surga; Roh Ketabahan, agar aku dapat memikul salibku bersama-Mu dan agar aku dapat mengatasi dengan berani semua rintangan yang menghalangi keselamatanku; Roh Pengetahuan, agar aku mengenal Tuhan dan mengenal diriku sendiri serta tumbuh sempurna dalam ilmu para Orang Suci; Roh Kesalehan, agar aku dapat menemukan pelayanan Tuhan yang manis dan ramah; Roh Takut akan Tuhan, agar aku dipenuhi dengan rasa hormat yang penuh kasih kepada Tuhan dan mungkin takut dengan cara apa pun untuk tidak menyenangkan-Nya. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 27 Agustus 2021

Renungan 29 Agustus 2021 – Hari Minggu Biasa ke XXII


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.

komsostidar