Renungan 03 September 2021

Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur.Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.
Dan tidak seorangpun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik.”
Lukas 5:37-39

Perumpamaan singkat ini datang pada awal pelayanan publik Yesus. Dia baru saja memanggil Lewi, pemungut cukai, untuk menjadi salah satu murid-Nya, dan kemudian Lewi mengundang Yesus untuk makan di rumahnya bersama pemungut cukai dan orang berdosa lainnya. Ketika ahli Taurat dan orang Farisi melihat ini, mereka keberatan dan menantang Tuhan kita. Sebagai tanggapan, Yesus menceritakan perumpamaan ini sebagai cara untuk menjelaskan bahwa Dia datang untuk memanggil semua orang untuk berubah dan mengalami transformasi baru dalam hidup mereka.

“Anggur baru” yang dibicarakan dalam perumpamaan ini adalah anugerah yang dicurahkan dari Salib. Ingatlah bahwa darah dan air memancar dari lambung-Nya saat Dia tergantung di kayu Salib. Ini telah dipahami secara simbolis sebagai rahmat dan belas kasihan yang diberikan kepada kita dari Salib, yang diteruskan hari ini melalui Sakramen Pembaptisan dan Perjamuan Kudus. Baptisan mengubah kita menjadi ciptaan baru, dan, sebagai ciptaan baru di dalam Kristus, kita harus menginginkan anggur baru Ekaristi Mahakudus agar setiap hari diubahkan oleh Tuhan kita.

Banyak Bapa Gereja menunjukkan bahwa “anggur tua” yang disukai banyak orang adalah referensi bagi mereka yang ingin terus hidup menurut hukum lama. Hal ini terutama berlaku bagi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi kepada siapa Yesus berbicara tentang perumpamaan ini. Yesus membawakan mereka ajaran baru dan mempersiapkan mereka untuk kasih karunia baru. Tetapi mereka menolaknya, lebih memilih kehidupan lama yang mereka jalani.

Satu hal yang memberitahu kita adalah bahwa jika kita ingin menerima anggur baru dari kasih karunia Allah, kita harus siap dan bersedia untuk meninggalkan diri kita yang lama dan menjadi baru. Perubahan bisa jadi sulit. Bahkan sebagai orang Kristen yang diinjili yang sudah hidup dalam kasih karunia Kristus, kita akan terus dipanggil untuk perubahan yang lebih dalam.Terlalu sering kita dapat dengan mudah menjadi puas diri dan puas dengan kehidupan yang kita jalani. Ketika itu terjadi, itu akan menghalangi Tuhan kita untuk menuangkan anggur baru rahmat-Nya ke dalam jiwa kita dalam kelimpahan yang terus-menerus.

Bagaimana anda menghadapi perubahan dalam hidup? Jika anda ingin bertumbuh dalam kekudusan, anda dapat yakin bahwa perubahan adalah satu-satunya yang konstan dalam hidup. Kita harus menjadi ciptaan baru setiap hari, tumbuh, menjadi lebih sepenuhnya berubah, mengubah cara kita, meninggalkan yang lama dan merangkul apa yang selalu baru. Ini membutuhkan sejumlah keberanian saat kita berhadapan langsung dengan kebutuhan sehari-hari untuk diubah oleh kasih karunia. Itu berarti kematian setiap hari terhadap diri kita yang lama dan setiap hari menjadi ciptaan baru di dalam Tuhan.

Renungkan, hari ini, pada keberanian yang dibutuhkan untuk berubah. Apa dalam hidup anda yang mungkin anda takuti untuk diubah? “Anggur lama” apa yang anda lebih suka daripada “anggur baru” dari kasih karunia Allah? Kebiasaan atau keterikatan lama apa yang anda miliki yang Tuhan ingin anda lepaskan? Hadapi perubahan yang Tuhan inginkan bagi anda dengan keberanian dan kepercayaan, dan anda memang akan menjadi ciptaan baru di dalam Kristus.

Tuhanku yang maha pengasih, aku tahu Engkau memanggilku untuk terus berubah dalam hidupku. Tolong beri aku keberanian yang kubutuhkan untuk menghadapi semua yang perlu aku lepaskan dalam hidup dan semua yang menghalangiku untuk menjadi ciptaan baru yang mulia.
Tuangkan kasih karunia-Mu yang melimpah ke dalam hidupku, ya Tuhan, jadikan aku ciptaan-Mu yang baru dan mulia dalam kasih karunia. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 02 September 2021 Renungan 04 September 2021


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.

komsostidar