Renungan 15 September 2021

Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
Yohanes 19:25

Bunda Terberkati kita, Bunda Putra Allah, mencintai Putranya dengan cinta yang sempurna. Dia menyempurnakan setiap kebajikan dengan sempurna. Cintanya untuk Putranya adalah cinta yang melampaui apa yang bisa kita bayangkan. Dia mengandung Putera Allah secara ajaib, mengandung di dalam rahimnya, melahirkan Dia, menyusui Dia, membesarkan Dia dan mengasihi Dia sepanjang hidup-Nya. Bahkan sulit untuk membayangkan kedalaman dan keindahan cinta yang dia miliki untuk Yesus. Secara umum, cinta seorang ibu sangat kuat, tak tergoyahkan, dalam dan penuh dengan kelembutan. Coba bayangkan Hati Bunda Maria yang Tak Bernoda dan kedalaman cinta yang menakjubkan yang hidup di dalam hatinya.

Bayangkan juga pemandangan yang digambarkan dalam perikop Injil yang dikutip di atas. Ibu yang penuh kasih ini berdiri di kaki Salib, menatap Putranya yang tersalib, terus memancarkan setiap kebajikan keibuan. Dan karena sulit untuk memahami kedalaman cintanya kepada Putranya, juga sangat sulit untuk membayangkan kedalaman kesedihan dan penderitaan batin yang dia alami saat dia menyaksikan kekejaman terhadap Yesus terungkap. Yang bisa dia lakukan pada saat itu adalah berdiri di samping-Nya dan bersama-Nya di saat-saat penderitaan yang luar biasa ini. Cintanya diungkapkan, pada saat itu, dengan kesetiaan kepada-Nya.

Yang indah untuk diketahui adalah bahwa cinta, kesedihan, belas kasih, dan penderitaan bersatu menjadi satu di dalam Hatinya yang Tak Bernoda. Di dalam keindahan hatinya ada setiap emosi manusia, yang didorong oleh kasih karunia Tuhan, memungkinkannya untuk memberikan kepada Putranya hadiah terbesar yang dia miliki: keibuannya. Dia adalah seorang ibu sejati sepanjang hidupnya, dan, pada saat ini, ketika Putranya digantung di kayu Salib, keibuannya memuncak dalam ekspresi manusia yang sempurna.

Kita semua ingin dicintai oleh orang lain. Memberi dan menerima cinta adalah hadiah terbesar yang bisa kita berikan dan terima. Cinta adalah tujuan kita diciptakan dan merupakan sumber pemenuhan kita dalam hidup. Kita dapat yakin bahwa saat Bunda Maria berdiri di kaki Salib, hati manusianya mengalami pemenuhan terbesar yang pernah diketahui. Hatinya terpenuhi karena dia menjalankan cinta keibuannya dengan sempurna.

Menatap gambar Bunda Allah hari ini. Renungkan, terutama, semua yang akan dia alami di dalam hati manusianya. Meskipun para teolog dapat menulis banyak tentang meditasi ini, cara terbaik untuk memahami hati cintanya adalah melalui meditasi doa. Mintalah Bunda Terberkati untuk mengungkapkan hatinya kepada anda hari ini. Luangkan waktu untuk duduk dalam pemujaan diam terhadap gambar suci cinta keibuan yang sempurna ini. Saat anda melakukannya, ketahuilah dua hal. Pertama, ketahuilah bahwa Bunda Maria memiliki kedalaman cinta yang sama untuk anda. Jangan meragukannya. Hatinya terbakar dengan belas kasih saat dia menatap anda, bahkan dalam dosa anda. Kedua, ketahuilah bahwa cinta Bunda Terberkati kita juga harus memenuhi hatimu dan meluap ke dalam kehidupan orang lain. Kita semua harus membiarkan belas kasih, perhatian, kesetiaan, dan belas kasihannya mengalir melalui hati kita. Siapa yang perlu anda cintai dengan hati Bunda Terberkati kita? Berusahalah untuk menerima cinta di dalam hati Bunda Allah dan berusahalah untuk memberikan cinta itu. Terimalah dan biarkan mengalir keluar. Benar-benar tidak ada yang lebih indah dan menakjubkan di dunia ini daripada gambar suci cinta ini.

Bundaku yang Tak Bernoda dan Penuh Duka, engkau berdiri di kaki Salib Putramu dengan kesempurnaan cinta seorang ibu. Hatimu dipenuhi dengan kesedihan yang bercampur dengan setiap kebajikan suci. Doakan saya agar saya dapat memahami cinta ini lebih sepenuhnya, sehingga saya juga dapat membuka hati untuk cintamu. Saat saya melakukannya, saya berdoa agar menjadi alat kasih di dalam hatimu terhadap mereka yang ada dalam hidup saya yang menderita dan paling membutuhkan belas kasih yang lembut. Hati Maria yang berduka, doakanlah kami. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 14 September 2021 Renungan 16 September 2021


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.

komsostidar