Renungan 16 September 2021

Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: “Dosamu telah diampuni.”
Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: “Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?” Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”
Lukas 7:48-50

Kata-kata penuh kasih dari Yesus ini diucapkan kepada seorang wanita berdosa yang muncul tanpa pemberitahuan pada jamuan makan malam yang diadakan Yesus di rumah seorang Farisi. Orang Farisi itu memandang rendah dia dalam penilaian, tetapi dia tidak peduli. Dalam kesedihan karena dosa-dosanya, dia mengurapi kaki Yesus dan merendahkan dirinya di hadapan-Nya, membasuh kaki-Nya dengan air matanya dan mengeringkannya dengan rambutnya.

Percakapan berakhir dengan Yesus memandangnya dan mengatakan kepadanya, “Dosamu telah diampuni.” Perhatikan reaksi mereka yang berada di meja. Mereka berkata kepada diri mereka sendiri, “Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?”

Mereka yang lahir dan dibesarkan dalam iman selalu mengerti bahwa Tuhan mengampuni. Kami diajari ini sejak usia dini, belajar banyak tentangnya dalam persiapan untuk Sakramen Tobat, dan telah mendengar pesan ini sepanjang hidup kami dalam satu atau lain bentuk. Tapi bayangkan tidak pernah mendengar atau mengalami pengampunan Tuhan sepanjang hidup anda, dan kemudian tiba-tiba suatu hari anda melakukannya. Bayangkan apa yang pasti dialami orang-orang ini ketika mereka mengalami pengampunan dosa untuk pertama kalinya dalam Pribadi Yesus saat Dia mengampuni wanita berdosa ini. Mereka mungkin sedikit bingung dengan hal ini, tetapi, mungkin lebih dari segalanya, mereka akan mengalami kekaguman yang kudus atas apa yang telah Tuhan lakukan. Mereka melihat wanita berdosa ini masuk, mereka merasakan penghakiman dan sikap merendahkan dari orang-orang Farisi, mereka melihatnya mengungkapkan kesedihan dan penghinaan, dan kemudian mereka melihat Yesus mengampuninya.

Apakah anda kagum dengan karunia pengampunan dosa anda dan dosa orang lain? Atau apakah anda menerima pengampunan begitu saja? Keheranan dan kekaguman yang ditunjukkan orang-orang pada pengampunan dosa wanita ini seharusnya membantu kita untuk memeriksa sikap kita sendiri terhadap belas kasihan dan pengampunan Tuhan. Kita perlu terus mengembangkan dalam diri kita sendiri kekaguman yang sama atas belas kasihan Tuhan yang dimiliki orang-orang ini. Kita harus bekerja untuk tidak pernah menerima pengampunan begitu saja atau melihatnya hanya sebagai satu lagi bagian normal dari kehidupan. Sebaliknya, kita harus melihatnya sebagai sesuatu yang luar biasa, selalu baru, selalu mulia, dan selalu menginspirasi.

Renungkan, hari ini, pada kata-kata yang diilhami oleh para pengikut Yesus yang pertama ini: “Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?” .Saat anda melakukannya, biarkan Tuhan memenuhi anda dengan rasa syukur yang terdalam atas pengampunan yang telah Dia berikan kepada anda. Perbarui penghargaan anda atas pemberian Tuhan yang tidak pantas ini dan biarkan rasa syukur itu menjadi sumber keheranan anda yang berkelanjutan atas belas kasihan Tuhan.

Tuhanku yang pemaaf, kasih sayang dan belas kasihan-Mu bagi orang berdosa benar-benar menakjubkan. Terima kasih telah mencintaiku dan semua pengikutMu dengan cinta yang begitu dalam. Tolong isi hatiku dengan kekaguman yang kudus atas belas kasih-Mu yang luar biasa. Semoga aku selalu terkagum-kagum atas pengampunan-Mu dan selalu dipenuhi dengan rasa syukur yang terdalam. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 15 September 2021 Renungan 17 September 2021


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.

komsostidar