Renungan 26 September 2021

“Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut. Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan;
Markus 9:42-43

Seriuskah ini ? Apakah Yesus benar-benar mengartikan ini secara harfiah? Haruskah kita benar-benar memotong tangan kita jika itu menyebabkan kita berdosa? Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa kita juga harus memotong kaki kita dan mencungkil mata kita jika itu menyebabkan kita berdosa.

Beberapa Bapa Gereja awal melihat Kitab Suci ini sebagai referensi untuk teman-teman dekat kita. Konteks dari perikop ini adalah bahwa kita tidak boleh membawa orang lain ke dalam skandal dan dosa. Bahkan, akan lebih baik jika kita mengalungkan “batu kilangan besar” di leher kita dan dibuang ke laut daripada menyebabkan orang lain berbuat dosa.

Teman, terutama teman dekat, adalah berkah hampir sepanjang waktu. Tapi mereka juga bisa menjadi penyebab dosa. Jika seorang teman yang baik dengan sengaja mencoba meyakinkan teman lain untuk berbuat dosa, ini adalah masalah yang serius dan merupakan inti dari apa yang Yesus bicarakan. Apa yang Dia katakan adalah bahwa jika kita memiliki teman dekat yang dengan sengaja dan jahat menggoda kita untuk berpaling dari Tuhan, lebih baik kita melepaskan “teman” itu dan memotongnya. Tangan, kaki atau mata adalah simbol dari teman-teman yang bekerja keras untuk menarik kita ke dalam dosa. Lebih baik persahabatan ini berakhir daripada ditarik ke Neraka bersama mereka. Dan jika kita adalah “sahabat” yang menarik orang lain ke dalam dosa, lebih baik kita memutuskan persahabatan kita dengan orang-orang yang kita cobai.

Satu hal yang diungkapkan bagian ini adalah ikatan persahabatan yang alami yang kuat. Persahabatan adalah hal yang baik. Dan ketika anda memiliki seorang teman dekat, anda menemukan penghiburan besar karena mengetahui bahwa teman anda sangat berkomitmen kepada anda dan akan selalu ada untuk anda. Tetapi setiap persahabatan harus terus dievaluasi dalam terang iman dan kebenaran. Terkadang persahabatan dapat menghalangi iman kita kepada Tuhan dan dapat menjadi pengaruh yang kuat atas diri kita secara negatif. Tetapi sebaliknya, juga bisa memberi pengaruh baik yang positif.

Renungkan, hari ini, pada persahabatan anda. Jika anda memiliki teman dekat dan akrab dalam hidup anda, renungkan bagaimana anda mempengaruhi orang itu atau bagaimana dia memengaruhi anda. Pastikan bahwa Kristus adalah pusatnya dan bahwa iman selalu menang dalam ikatan alami ini.

Tuhan, terima kasih untuk semua persahabatan dalam hidup. Saya berterima kasih kepadaMu karena memberi saya orang-orang yang peduli. Bantu saya untuk selalu menjadi teman yang baik dan untuk selalu memeriksa persahabatan saya dalam cahaya iman. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 25 September 2021 Renungan 27 September 2021


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.

komsostidar