Renungan 03 Oktober 2021

Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”
Markus 10:6-9

Tiga kata itu, “Dari awal,” adalah kata kunci untuk zaman kita sekarang. Penting bagi orang-orang beriman untuk mengenali tidak hanya karunia supernatural yang telah Allah berikan kepada kita tetapi juga karunia-karunia alami. Karunia supernatural adalah semua karunia yang diberikan kepada kita oleh Salib Kristus. Kehidupan, kematian, dan Kebangkitan-Nya mencurahkan kepada kita rahmat dari Surga dan memungkinkan kekudusan, keselamatan, dan Surga. Tetapi ada urutan “pemberian” lain yang Tuhan berikan kepada kita yang sering kita anggap remeh. Itulah anugerah alam.

Ciptaan itu sendiri, tatanan Alam Semesta, kemanusiaan kita, dan rancangan alami Tuhan, semuanya adalah anugerah. Sains dapat melakukan banyak hal untuk menemukan rahasia dan misteri alam, tetapi pada akhirnya pemahaman penuh tentang dunia alam pun misterius, dalam, dan menakjubkan.

Salah satu aspek dari dunia alami yang Tuhan berikan kepada kita adalah seksualitas kita. “Tuhan menjadikan mereka laki-laki dan perempuan…” Rancangan alami ini adalah bagian dari hikmat agung Sang Pencipta dan harus dipahami, dicintai, dan dihormati sepenuhnya. Menjadi “laki-laki dan perempuan” adalah sesuatu yang cukup jelas dan dipahami secara alami. Dalam setiap orang ada atribut, keinginan, kecenderungan, dll., yang berjalan seiring dengan menjadi pria atau wanita.

Dalam banyak hal, keunikan dan saling melengkapi dari laki-laki dan perempuan menghadapi banyak tantangan, terutama di zaman kita sekarang. Tapi jauh di lubuk hati kita semua mengerti bahwa menjadi pria atau wanita adalah bagian dari siapa kita. Itu membentuk identitas kita sebagai pribadi dan membawa banyak berkat. Feminitas dan maskulinitas, kadang-kadang, juga bisa menjadi terdistorsi dan membingungkan. Namun pada intinya, atribut-atribut kepribadian kita ini tidak dapat dibuang atau disangkal. Faktanya, merangkul siapa diri kita dalam sifat kita tidak lebih dari bersikap jujur ​​dan memungkinkan kita untuk melanjutkan jalan integritas alami sejati.

Renungkan, hari ini, pada banyak cara bahwa menjadi “pria dan wanita” adalah berkat alami dari Tuhan. Renungkan juga, bagaimana karunia-karunia alami ini ditantang dan diremehkan di dunia kita saat ini. Rangkul siapa diri anda, rangkul siapa yang Tuhan ciptakan untuk anda, dan biarkan karunia alami dari Tuhan itu berkembang dalam hidup anda.

Tuhan, aku berterima kasih atas karunia-Mu yang tak terhitung jumlahnya. Terima kasih atas karunia anugerah yang dimenangkan oleh Salib-Mu, dan terima kasih juga atas karunia alam dan cara-Mu menciptakan saya. Bantu saya untuk merangkul identitas penuh saya sesuai dengan desainMu dan, dalam pelukan itu, bantu saya untuk terus menemukan martabat saya.
Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 02 Oktober 2021 Renungan 04 Oktober 2021


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.

komsostidar