Renungan 06 Oktober 2021

Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.”
Lukas 11:1

Sungguh doa yang luar biasa bagi kami untuk didoakan juga, “Tuhan, ajar kami berdoa…” Tanggapan Yesus kepada murid ini adalah dengan mempersembahkan doa “Bapa Kami”. Tentang doa ini, Santo Andre Bessette berkata, “Ketika anda mengatakan Bapa Kami, telinga Tuhan ada di sebelah bibir anda.” Doktor mistik besar Gereja Santa Teresa dari Avila memberikan nasihat ini sambil berdoa Doa Bapa Kami: “Lebih banyak yang dicapai oleh satu kata dari Bapa Kami yang berkata, sekarang dan kemudian, dari hati kita, daripada dengan seluruh doa yang diulang-ulang dengan waktu dengan tergesa-gesa dan tanpa perhatian.” Dan Santa Theresia dari Lisieux berkata bahwa doa “Bapa Kami” adalah salah satu doa yang dia panjatkan ketika dia merasa begitu mandul secara rohani sehingga dia tidak dapat memikirkan satu pun pemikiran yang berharga.

Bab 11 dari Ibadah Katolikku, yang menawarkan ajaran tentang doa yang sempurna ini, menyatakan hal berikut tentang keberanian menyebut Bapa kami :

Setiap orang Kristen harus melihat Bapa sebagai Bapa saya. Kita harus melihat diri kita sebagai anak-anak Tuhan dan mendekati-Nya dengan keyakinan seorang anak. Seorang anak dengan orang tua yang penuh kasih tidak takut pada orang tua itu. Sebaliknya, anak-anak memiliki kepercayaan terbesar bahwa orang tua mereka mencintai mereka apa pun yang terjadi. Bahkan ketika mereka berbuat dosa, anak-anak tahu bahwa mereka masih dikasihi. Ini harus menjadi titik awal fundamental kita untuk semua doa. Kita harus mulai dengan pemahaman bahwa Tuhan mengasihi kita apa pun yang terjadi. Dengan pemahaman tentang Tuhan ini, kita akan memiliki semua keyakinan yang kita butuhkan untuk berseru kepada-Nya.

Karena banyak dari kita sangat akrab dengan doa ideal yang diajarkan kepada kita oleh Tuhan sendiri, ada godaan untuk berdoa doa ini dengan cara yang agak hafalan. Kita dapat dengan mudah gagal untuk mengatakannya dari lubuk hati kita yang terdalam.

Bagaimana anda berdoa Doa Bapa Kami? Apakah anda berdoa karena kebiasaan, gagal untuk sepenuhnya memahami dan mengartikan kata-kata yang anda doakan? Kemungkinan besar ini adalah kasus bagi banyak orang.

Renungkan, hari ini, pada doa paling suci yang diberikan kepada kita oleh Putra Allah sendiri. Dia adalah pencipta doa yang sempurna ini, jadi kita harus menggunakannya sebagai dasar dari semua doa kita. Cobalah untuk mengikuti nasihat Santa Teresa dari Avila yang dikutip di atas. Ambil setiap kata dari doa itu dan doakan dengan perlahan, dengan sengaja dan dengan cinta. Mulailah dengan mengakui Tuhan sebagai Bapa anda. Renungkan perhatian tak terbatas yang Dia miliki untuk anda seperti seorang ayah yang sempurna. Lihat Dia secara nyata, intim, dan pribadi. Doa yang sempurna ini dimulai dengan mengakui Siapa Tuhan itu dan kemudian dilanjutkan dengan tujuh permohonan yang sempurna. Setelah berdoa pengantar doa ini, pilih salah satu dari tujuh permohonan untuk direnungkan sehingga kekayaan doa ini akan memiliki efek transformatif pada jiwa anda.

Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu. Datanglah Kerajaan-Mu. Jadilah Kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami, dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 05 Oktober 2021 Renungan 07 Oktober 2021


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.

komsostidar