Renungan 10 Oktober 2021

Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
Markus 10:17

Cerita ini mulai terlihat cukup bagus. Inilah seorang pemuda yang cukup kaya yang datang kepada Yesus dengan pertanyaan yang didasarkan pada iman. Dengan bertanya kepada Yesus apa yang harus Dia lakukan untuk mewarisi hidup yang kekal, orang ini kemungkinan besar percaya bahwa Yesus memiliki jawabannya. Dan dalam kegembiraannya, dia menginginkan arahan dari Yesus.

Yesus mengatakan kepadanya bahwa dia harus menaati Perintah-Perintah, yang ditanggapi oleh pemuda itu bahwa dia telah menjalankannya sejak masa mudanya. Tetapi kemudian Yesus mengatakan sesuatu yang tidak pernah diharapkan oleh pemuda ini untuk dikatakan oleh-Nya. Dia berkata, “Kamu kurang dalam satu hal. Pergi, jual apa yang engkau miliki, dan berikan kepada orang miskin dan engkau akan memiliki harta di surga; lalu datang, ikuti Aku.” Aduh! Ini pasti menyengat hati pemuda kaya ini. Perikop itu berlanjut dengan menyatakan bahwa pemuda ini pergi dengan sedih sebagai akibat dari apa yang Yesus katakan.

Pemuda itu memulai dengan niat baik, itu jelas. Tapi niat baik saja tidak cukup. Mengikuti Yesus dan memperoleh hidup yang kekal adalah komitmen yang menghabiskan semua dan radikal dari setiap bagian hidup kita. Tidaklah cukup untuk memberi tahu Yesus bahwa kita akan menaati Perintah-Perintah saja. Tentu, itu mungkin membawa kita ke Api Penyucian, tetapi yang seharusnya kita inginkan adalah Surga! Jadi bagaimana kita mendapatkan Surga?

Kita hanya mendapatkan Surga melalui kehidupan yang sempurna. Ya itu benar. Jika kita menginginkan Surga, pada akhirnya kita harus menjadi sempurna dalam segala hal. Setiap keterikatan duniawi harus hilang, dan setiap dosa harus diatasi. Niat baik kita harus berubah menjadi pemberian diri yang radikal dan total kepada Yesus, mencari Dia dan hanya Dia.

Pemuda kaya itu pergi dengan sedih karena dia gagal menyadari bahwa undangan Yesus kepadanya untuk memberikan segalanya, sebenarnya adalah tindakan kasih. Dia tidak mengerti bahwa dia akan menemukan kebahagiaan dalam komitmen radikal untuk mengikuti Kristus.

Renungkan, hari ini, panggilan radikal Yesus dalam hidup anda. Dia menginginkan setiap bagian dari hidup anda. Anda mungkin memiliki niat baik untuk mencoba menjadi baik, tetapi apakah anda bersedia mengikuti Kristus sepenuhnya dan tidak terbatas?

Tuhan, aku mencintai-Mu, dan aku ingin lebih mencintai-Mu. Aku ingin mencintaimu dengan seluruh keberadaanku. Bantu aku untuk menyadari bahwa mengikuti-Mu membutuhkan pemberian diriku yang radikal dan lengkap kepada-Mu. Semoga aku siap dan rela melepaskan segala keterikatan dalam hidup yang menghalangiku untuk mengikuti-Mu. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 09 Oktober 2021 Renungan 11 Oktober 2021

DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.

komsostidar