Renungan 13 Oktober 2021

Seorang dari antara ahli-ahli Taurat itu menjawab dan berkata kepada-Nya: “Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga.” Tetapi Ia menjawab: “Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jaripun.
Lukas 11:45-46

Ahli hukum ini telah mendengarkan Yesus dengan tegas menegur orang-orang Farisi. Saat dia mendengarkan, hati nuraninya tertusuk, dan dia menantang Tuhan kita. Apa yang Yesus lakukan? Dia dengan cepat dan tegas menegur ahli hukum, menunjukkan bahwa mereka menggunakan hukum untuk membebani orang. Yesus tidak mundur dalam teguran kasih ini. Sebaliknya, Dia mengarahkannya ke tempat di mana teguran-Nya membuahkan hasil : dalam hati nurani ahli hukum ini.

Pengalaman sarjana hukum ini mengajarkan kita dua pelajaran penting. Pertama, kita belajar pentingnya memperhatikan hati nurani kita ketika hati nurani kita ”tertusuk”. Kedua, ini mengajarkan kita bahwa ketika ini terjadi, sangat mudah untuk menjadi defensif.

Apa yang menusuk hati nurani anda sendiri? Pikirkan kembali selama sebulan terakhir dan renungkan apa pun yang membuat anda bersikap defensif. Apakah sesuatu yang dikatakan seseorang mengganggu anda? Jika demikian, perhatikan ini. Terkadang kita diganggu untuk alasan selain dosa kita sendiri. Tetapi seringkali, yang sebenarnya mengganggu kita adalah kita berhadapan dengan dosa yang kita perjuangkan, dan kita tidak mau mengakuinya.

Bagaimana jika ahli hukum ini mendengarkan Yesus dan, bukannya tersinggung, menjadi bersyukur atas kata-kata Yesus? Bagaimana jika dia dengan rendah hati melihat hidupnya sendiri dan menyadari bahwa dia juga bersalah atas hal-hal yang Yesus kutuk untuk orang-orang Farisi? Jika dia melakukan itu, dia akan ditempatkan pada posisi untuk secara tulus memeriksa tindakannya dan memulai proses perubahan. Tapi ini sulit dilakukan.

Renungkan, hari ini, atas apa pun yang baru-baru ini menyinggung anda. Jujurlah dan akui bahwa sering terjadi ketika Tuhan memberi dosa anda teguran, anda harus bekerja dengan rajin untuk mengatasi kesombongan apa pun. Dan ketika anda merasa defensif, anda harus segera melihatnya sebagai indikasi bahwa ada sesuatu dalam hidup anda yang perlu anda ubah. Hati nurani yang tertusuk adalah anugerah dari Tuhan. Bersukacitalah ketika itu terjadi, daripada tersinggung, dan anda akan menemukan salah satu cara terbaik untuk bertumbuh dalam kekudusan hidup dengan menjadi bebas dari dosa.

Tuhanku, Engkau terus-menerus berbicara kepadaku dengan berbagai cara. Terkadang Engkau lembut, dan di lain waktu Engkau menegurku dengan penuh kasih. Tolong bantu aku untuk melihat dosaku. Saat aku melakukannya, aku berdoa agar tidak menjadi defensif atau meremehkan, merasionalisasi tindakanku yang salah. Semoga aku belajar untuk bersukacita dalam semua yang Engkau katakan kepadaku, terutama ketika Engkau berbicara tentang teguran cintaMu. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 12 Oktober 2021 Renungan 14 Oktober 2021


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.

komsostidar