Renungan 15 Oktober 2021

Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah.
Lukas 12:2-3

Segera sebelum perikop yang dikutip di atas, Yesus memberi tahu murid-murid-Nya: “Waspadalah terhadap ragi—yaitu, kemunafikan—dari orang-orang Farisi.” Ini terjadi setelah Yesus memberikan serangkaian kecaman yang panjang dan sangat langsung terhadap para pemimpin ini di bab sebelumnya. Yesus cukup serius dengan tindakan destruktif mereka. Jadi, setelah berhadapan langsung dengan mereka, Dia kemudian berpaling kepada murid-murid-Nya untuk memperingatkan mereka tentang konsekuensi dari para pemimpin munafik ini.

Seorang munafik adalah orang yang berpura-pura memiliki beberapa kebajikan moral tetapi, sebenarnya, hanya menipu dirinya sendiri dan mencoba untuk menipu orang lain. Karena alasan itu, Yesus membantu murid-murid-Nya dengan membagikan kepada mereka fakta bahwa semua kebenaran pada akhirnya akan terungkap. Dengan demikian, setiap perbuatan baik pada akhirnya akan dilihat oleh semua orang karena kebaikannya, dan setiap niat jahat, betapapun tersembunyinya, pada akhirnya akan terungkap.

Meskipun godaan langsung bagi banyak orang dalam mendengarkan perikop ini adalah memikirkan orang lain yang menurut mereka jatuh ke dalam dosa kemunafikan, mungkin jauh lebih berguna untuk merenungkan kebenaran ini untuk diri sendiri. Pesan sederhana yang Yesus beritakan adalah bahwa kita harus menjadi orang yang jujur ​​dalam segala hal. Kita harus jujur ​​dengan diri kita sendiri dan memastikan bahwa kita sepenuhnya menyadari kehidupan batin kita, melihat diri kita hanya dengan cara Tuhan melihat kita. Tindakan kejujuran dan integritas ini adalah salah satu cara terbaik untuk mempersiapkan diri kita bagi kehidupan kekal. Betapa sedihnya jika kita menjalani hidup dengan berpura-pura, di permukaan, menjadi sesuatu yang bukan diri kita, hanya untuk mengungkapkan kebenaran penuh pada penilaian terakhir kita ketika sudah terlambat untuk berubah.

Jujur dengan diri kita sendiri bisa jadi sulit. Adalah normal bagi kita untuk ingin menjadi baik, ingin menjadi suci, dan ingin orang lain berpikir seperti ini tentang kita. Oleh karena itu, sangat umum bagi kita untuk hanya menampilkan citra terbaik dari diri kita sendiri, menyembunyikan banyak hal lain yang dapat mempermalukan kita. Dan meskipun kita tidak memiliki kewajiban moral untuk memberi tahu semua orang tentang setiap dosa yang kita perjuangkan secara batin, secara moral penting bahwa kita menghadapinya sendiri dan melakukannya dengan kasih karunia Allah.

Salah satu cara praktis untuk melakukan ini adalah dengan merenungkan perikop Kitab Suci di atas. Yesus menjelaskan bahwa pada suatu saat, dengan cara tertentu, segala sesuatu yang ada di dalam hati dan pikiran kita akan terungkap. Bagi sebagian orang, ini akan terjadi, dengan kasih karunia Tuhan, selama hidup ini sebagai cara bagi mereka untuk berubah. Bagi yang lain, rahasia ini hanya akan terungkap pada penilaian terakhir mereka. Namun, kebenarannya adalah bahwa semua diri kita, semua yang kita pikirkan, dan semua yang kita lakukan secara tersembunyi akan terungkap. Dan jika itu membuat anda takut, itu bagus. Terkadang kita membutuhkan rasa takut yang suci untuk mendorong kita melihat ke dalam dan menghadapi semua yang kita sembunyikan dari orang lain.

Renungkan, hari ini, tentang pentingnya berjuang untuk kehidupan transparansi dan integritas sejati. Cara terbaik untuk melakukan ini adalah hidup setiap hari seolah-olah segala sesuatu di dalam hati anda terlihat untuk dilihat semua orang. Jika itu berarti anda perlu berubah dalam beberapa cara agar berdamai dengan apa yang pada akhirnya akan terungkap, maka bekerjalah dengan rajin untuk membuat perubahan itu di sini dan sekarang. Kebalikan dari kemunafikan, yang dikutuk dengan tegas dari orang-orang Farisi, adalah kejujuran dan ketulusan. Luangkan waktu untuk merenungkan kebajikan-kebajikan yang indah ini dan berdoalah agar Tuhan menganugerahkannya kepada anda sehingga anda dapat menjalani kehidupan dengan integritas sejati di sini dan sekarang dalam persiapan untuk hari penghakiman yang mulia itu, ketika semua akan “dikenal” dan “diberitakan pada atap rumah.”

Tuhanku yang Maha Mengetahui, Engkau melihat segala sesuatu. Engkau tahu hati saya dalam segala hal. Tolong beri saya kemampuan untuk melihat diri saya seperti Engkau melihat saya dan untuk mengetahui hati batin saya seperti Engkau mengenal saya. Sebagai kebenaran terdalam tentang siapa saya terungkap untuk dilihat, saya berdoa agar memiliki rahmat untuk berubah dengan tulus sehingga saya dapat benar-benar memuliakanMu dengan tindakan saya dan menjadi sumber inspirasi yang nyata bagi semua orang. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 14 Oktober 2021 Renungan 16 Oktober 2021


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.

komsostidar