Renungan 19 Oktober 2021

“Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.
Lukas 12:35-36

Apa artinya “Kencangkan pinggangmu?” Frasa ini, yang tidak umum digunakan saat ini, secara harfiah berarti “kencangkan ikat pinggang anda.” Secara tradisional mengacu pada orang yang mengenakan jubah panjang yang membuatnya sulit untuk bergerak dengan cepat dan mudah. Jadi, mengikat pinggang berarti anda memasukkan jubah panjang dan mengencangkan ikat pinggang sehingga anda siap untuk beberapa aktivitas fisik. Itu juga biasa digunakan untuk menasihati mereka yang bersiap untuk berperang agar bersiap-siap. Jadi, secara simbolis, frasa ini berarti siap untuk sesuatu yang sulit atau menantang. Artinya harus waspada dan siap. Berbicara secara rohani, Yesus memberitahu murid-murid-Nya untuk siap menghadapi peperangan rohani yang menanti mereka.

Yesus kemudian menyuruh murid-murid-Nya untuk menyalakan pelita mereka. Ungkapan itu dapat memiliki berbagai arti, seperti “Jangan tinggal dalam kegelapan dosa atau ketidaktahuan” atau “Biarlah terang kasih amal bersinar sewaktu anda menavigasi melalui kehidupan” atau “Biarkan terang kebenaran bersinar di dalam pikiran anda. .” Oleh karena itu, dengan terang iman, mereka harus siap dan waspada, siap untuk melakukan semua yang Tuhan utus untuk mereka lakukan.

Injil hari ini diakhiri oleh Yesus yang mengatakan bahwa para murid akan benar-benar diberkati jika mereka tetap waspada bahkan sampai jaga kedua atau ketiga malam itu. Beberapa Bapa Gereja melihat ini sebagai referensi untuk tiga periode dalam kehidupan seseorang: masa kanak-kanak menjadi jaga pertama, usia paruh baya menjadi yang kedua, dan usia tua menjadi jaga ketiga.

Dengan memahami makna-makna ini, satu pesan yang dapat kita ambil dari Injil ini adalah bahwa Yesus memanggil kita untuk waspada dalam iman kita setiap saat dalam hidup kita. Bagi mereka yang telah hidup bertahun-tahun, mungkin berguna untuk melihat kembali betapa setianya anda sepanjang setiap periode kehidupan anda. Tuhan ingin memakai anda dalam banyak cara selama masa kanak-kanak, melalui usia paruh baya, dan bahkan di usia tua. Perjalanan iman tidak boleh berakhir. Sebaliknya, itu harus terus-menerus semakin dalam seiring bertambahnya usia. Tetapi ini hanya akan mungkin jika anda “mengikat pinggang anda” dan “menyalakan pelita anda.” Anda harus terus-menerus waspada, terus-menerus memperhatikan cahaya iman, dan terus-menerus siap untuk bertindak setiap kali Tuhan mengilhami anda untuk bertindak.

Renungkan, hari ini, tentang perjalanan iman dan pelayanan seumur hidup kepada Allah yang mana anda dipanggil. Menjadi seorang Kristen bukan hanya sesuatu yang anda lahirkan. Jika anda dilahirkan dalam iman, maka renungkan terutama apa yang telah anda lakukan sepanjang hidup anda untuk memperdalam dan memperkuat iman itu setiap hari. Renungkan apakah anda telah dengan tekun menanggapi ilham Roh Kudus yang tak terhitung jumlahnya untuk menyebarkan terang iman kepada orang lain. Jika anda telah benar-benar setia sepanjang hidup anda, maka bersyukurlah kepada Tuhan dan berkomitmen kembali pada kesetiaan ini selama sisa hidup anda. Jika anda kurang memiliki iman dan perhatian yang waspada terhadap kehendak Tuhan, maka letakkan itu di tangan belas kasihan dan tekad Tuhan mulai hari ini dan seterusnya untuk melakukan semua yang anda bisa untuk menanggapi kehendak Tuhan saat Tuhan memanggil.

Tuhanku yang paling penyayang, aku berterima kasih kepada-Mu atas cara yang tak terhitung jumlahnya sepanjang hidupku dimana Engkau telah berbicara kepadaku, memanggilku untuk memenuhi misi iman dan cintaku di dunia ini. Aku berkomitmen kepada-Mu, hari ini, untuk selalu tetap waspada dan memperhatikan-Mu setiap kali Engkau memanggil. Pakailah aku, Tuhan yang terkasih, agar aku dapat membawa terang Injil-Mu yang menyelamatkan ke dunia yang membutuhkan. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 18 Oktober 2021 Renungan 20 Oktober 2021


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.

komsostidar