Renungan 27 Oktober 2021

Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!
Lukas 13:27

Kita pasti harus mengingat kata-kata Tuhan kita yang diucapkan di atas. Sangat mudah untuk menganggap kita akan diselamatkan. Sangat mudah untuk hanya menganggap bahwa Tuhan itu baik dan bahwa kita adalah orang-orang yang baik di hati dan, oleh karena itu, keselamatan terjamin. Tapi bukan itu yang Yesus katakan.

Jadi siapa yang akan diselamatkan? Ketika kita masuk Surga, kita akan terkejut siapa yang diselamatkan dan siapa yang tidak. Ini jelas merupakan salah satu pesan Injil hari ini. Yesus bahkan melangkah lebih jauh dengan mengatakan bahwa beberapa orang, ketika mereka mati, akan menganggap mereka akan masuk ke Surga tetapi akan mendengar Tuhan kita berkata kepada mereka, “Aku tidak tahu dari mana kamu berasal. Enyahlah dariku, kalian semua penjahat!” Sekali lagi, kita harus mengingat kata-kata ini.

Salah satu dosa paling berbahaya yang bisa kita lakukan adalah prasangka. Praduga mematikan karena memiliki efek ganda pada kita. Pertama, orang yang terjebak dalam prasangka adalah orang yang telah melakukan dosa berat tetapi belum bertobat darinya. Tetapi orang yang lancang juga tetap tidak mampu bertobat karena mereka menolak untuk mengakui dosa mereka. Hati nurani mereka tidak bekerja. Mereka memiliki penutup mata dan mengharapkan Tuhan untuk memakai penutup mata yang sama. Tetapi Tuhan melihat segala sesuatu dan menghakimi sesuai dengan itu.

“Gerbang sempit” yang Yesus bicarakan adalah perumpamaan yang digunakan oleh Yesus untuk memberi tahu kita bahwa tidak mudah untuk mendapatkan Surga. Itu membutuhkan upaya bersama di pihak kita serta belas kasihan Tuhan yang tak terbatas. Tetapi mengenai bagian kita, pencapaian Surga hanya mungkin jika kita dengan sengaja mencari kehendak Tuhan dan menanggapi Dia dengan murah hati. Pertama, itu berarti kita mengaku dan berbalik dari dosa-dosa kita. Itu berarti juga bahwa kita melakukan segala upaya untuk memenuhi kehendak Tuhan dalam hidup kita.

Jika ini sulit diterima, cukup ingatkan diri anda bahwa ajaran ini datang langsung dari Yesus sendiri. Dia benar-benar jelas dan bersungguh-sungguh dengan apa yang Dia katakan. Jika itu memenuhi anda dengan semacam ketakutan suci, maka itu adalah hal yang baik. “Ketakutan yang kudus” adalah karunia yang dengannya kita memiliki hati nurani yang tertata dengan baik yang mampu mengidentifikasi hal-hal itu dalam hidup kita yang telah menjadi hambatan tak tergoyahkan bagi keselamatan kekal. Hati nurani yang tertata dengan baik akan membawa kita ke gerbang sempit yang merupakan satu-satunya jalan menuju kehidupan kekal.

Renungkan, hari ini, pada fakta bahwa kita semua harus menganggap serius keselamatan kekal. Jika anda menemukan bahwa anda telah menjadi lemah dalam kehidupan rohani anda, maka gunakan Injil ini sebagai motivasi untuk berubah. Jangan biarkan diri anda menjadi salah satu dari mereka yang mengetuk pintu Surga, hanya untuk menyadari bahwa Tuhan kita tidak mengenal anda. Lakukan semua yang anda bisa untuk menghapus dosa kesombongan dari hidup anda, dan upah anda akan benar-benar besar di Surga.

Tuhanku yang paling penyayang, hanya Engkau dan hanya Engkaulah yang dapat membuka gerbang Surga bagi kami, dan hanya Engkau dan Engkau saja yang akan melakukannya hanya bagi mereka yang telah menanggapi kehendak suci-Mu. Tolong buka mata saya untuk setiap cara saya berpaling dari-Mu dan tetap lemah dalam perjalanan spiritual saya. Berilah saya rahmat yang saya butuhkan untuk melihat dengan jelas dan menanggapi-Mu dengan sepenuh hati. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 26 Oktober 2021 Renungan 28 Oktober 2021


komsostidar