Renungan 01 November 2021

Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya : “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Matius 5:1-3

Hari ini kita merayakan salah satu kekhidmatan paling mulia di dalam Gereja kita! Setiap orang suci, dikanonisasi atau tidak, dihormati hari ini. Bagian Injil kita menjabarkan jalan yang melaluinya orang-orang kudus ini masuk Surga. Sementara di bumi, pria dan wanita hebat ini menjalani kehidupan yang miskin dalam roh, dipenuhi dengan perkabungan suci, kelembutan, lapar dan haus akan kebenaran, belas kasihan, kedamaian, kemurnian hati, dan bahkan penganiayaan. Masing-masing Sabda Bahagia ini diakhiri dengan menyatakan hadiah yang diperoleh oleh mereka : Surga, kenyamanan, kepuasan, belas kasihan, melihat Tuhan, menjadi anak-anak Tuhan, dan penghargaan di luar apa yang dapat kita bayangkan di Kerajaan Tuhan.

Sabda Bahagia mengundang kita ke puncak kekudusan. Mereka bukan untuk orang yang lemah hati atau untuk mereka yang menjalani kehidupan rohani yang suam-suam kuku. Sabda Bahagia ini memberi kita puncak kehidupan suci dan menantang kita sampai ke intinya. Tetapi setiap usaha yang dilakukan untuk menghidupi Sabda Bahagia ini sangat berharga di dunia ini dan akhirnya di Surga. Mari kita lihat secara singkat dua Sabda Bahagia ini.

Sabda Bahagia kedua menyatakan bahwa mereka yang “berkabung…akan dihibur.” Ini adalah Sabda Bahagia yang menarik. Mengapa berkabung itu suci? Sederhananya, bentuk berkabung suci ini berarti bahwa anda tidak hanya memiliki dukacita suci untuk dosa-dosa anda sendiri, tetapi anda juga memiliki kesedihan suci ini ketika anda melihat banyak kejahatan di dunia kita. Ini sangat penting hari ini. Pertama, harus sangat jelas bahwa kita harus memiliki kesedihan yang kudus atas dosa-dosa kita sendiri. Melakukannya berarti hati nurani anda bekerja. Dan ketika hati nurani anda bekerja, anda akan dipaksa, oleh kesedihan suci ini, untuk mengakui pelanggaran anda terhadap Tuhan dan bekerja dengan rajin untuk berubah. Tetapi kita juga harus memiliki kesedihan yang suci ketika kita melihat banyak kejahatan di dunia kita. Terlalu sering hari ini ada kecenderungan untuk melemahkan Sabda Bahagia ini dengan menghadirkan penerimaan universal atas segala sesuatu sebagai kebaikan. Kita diberitahu bahwa kita tidak boleh menghakimi, dan meskipun itu benar dalam hal menilai hati orang lain, presentasi duniawi dari “kebajikan” sekuler ini mencoba mengarahkan kita untuk meremehkan sifat objektif dosa. Dunia sekuler kita menggoda kita untuk mengabaikan banyak kebenaran moral objektif yang dengannya Tuhan membimbing kita ke dalam semua kebenaran.
Dan ketika kita berhadapan langsung dengan gaya hidup yang tidak bermoral, respons yang tepat haruslah dukacita yang kudus, bukan penerimaan dosa besar. Berkabung atas pilihan buruk orang lain adalah tindakan amal sejati terhadap mereka.

Sabda Bahagia keempat memanggil kita yang “lapar dan haus akan kebenaran.” Ini berarti bahwa kita tidak hanya memiliki kesedihan yang kudus atas dosa-dosa kita dan kejahatan objektif dunia kita, tetapi kita juga membiarkan diri kita dipenuhi dengan rasa lapar dan haus akan kebenaran dan kehidupan yang kudus. Dorongan ini harus menjadi motivasi yang membara dalam diri kita untuk melakukan semua yang kita bisa untuk memajukan Kerajaan Allah di mana-mana. Sabda Bahagia ini memungkinkan kita untuk mengatasi ketidakpedulian, mengilhami kita untuk membawa perubahan dalam menghadapi semua pertentangan. Dan dorongan ini didorong oleh amal dan setiap kebajikan lain yang menyertainya.

Renungkan, hari ini, pada kebenaran yang indah bahwa anda dipanggil untuk menjadi orang suci. Dan jalan paling pasti menuju kesucian adalah Sabda Bahagia. Bacalah dengan cermat. Renungkan itu dan ketahuilah bahwa Sabda Bahagia mengungkapkan kepada anda bagaimana Tuhan memanggil anda untuk hidup. Jika salah satu dari Sabda Bahagia ini menonjol bagi anda, maka habiskan waktu untuk berfokus padanya. Bekerja untuk menghayati secara mendalam di dalam diri tentang rahmat ini, dan Tuhan akan mengerjakan keajaiban dalam hidup anda.

Tuhanku yang Maha Kudus, sekarang Engkau memerintah di Surga dan menginginkan agar Kerajaan-Mu yang mulia ditegakkan dengan kokoh di bumi. Berilah diriku rahmat yang aku butuhkan untuk mencari kekudusan dengan segenap hatiku dan secara khusus menggunakan wahyu-Mu tentang Sabda Bahagia sebagai jalan yang aku tempuh. Aku berdoa agar diriku mampu menjadi orang suci sejati di dunia ini dan bahwa Engkau akan menggunakan aku untuk memajukan Kerajaan-Mu sekarang dan untuk selama-lamanya. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 31 Oktober 2021 – HARI MINGGU BIASA KE XXXI

Renungan 02 November 2021


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.

komsostidar