Renungan 04 November 2021

“Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
Lukas 15:4-6

Beberapa orang suci besar menunjukkan bahwa angka seratus melambangkan kesempurnaan. Seratus mengacu pada kesempurnaan Kerajaan Allah, yang tidak hanya mewakili semua orang kudus di Surga tetapi juga para malaikat. Satu domba yang hilang mewakili seluruh umat manusia saat kita menjalani hidup ini. Yesus, tentu saja, adalah Gembala yang perhatiannya tertuju pada manusia yang jatuh dalam pencarian yang rajin untuk membawa kita pulang.

Pertama, perhatikan bahwa Gembala tidak mencari domba yang tersesat karena marah tetapi karena perhatian dan kasih. Memahami ini sangat penting jika kita ingin memiliki pemahaman yang benar tentang bagaimana Tuhan kita melihat kita ketika kita tersesat. Kita harus melihat perhatian-Nya yang dalam, ketekunan-Nya dalam mencari, dan komitmen-Nya yang teguh untuk menemukan kita dalam kondisi tersesat. Ini bukan Tuhan yang duduk kembali dalam penghakiman dan kemarahan tetapi Tuhan yang datang kepada kita, mengambil sifat manusia kita yang jatuh, dan menanggung semua penderitaan untuk menemukan kita dan membawa kita pulang.

Perhatikan juga bahwa dalam perumpamaan ini, Gembala menempatkan domba yang hilang di pundak-Nya dan membawa pulang domba itu. Seringkali kita jatuh ke dalam perangkap pemikiran bahwa kita harus kembali kepada Tuhan dengan usaha kita sendiri. Tetapi kenyataannya adalah bahwa Tuhan selalu ada, menunggu untuk menjemput kita dan membawa kita pulang. Tugas kita adalah berserah pada tangan belas kasih-Nya dan berhenti berlari. Ini dilakukan dengan berpaling kepada-Nya dan mengizinkan Dia datang kepada kita dan memeluk kita. Upaya utama adalah di pihak Tuhan begitu kita menyerahkan diri ke dalam Tangan-Nya yang lembut.

Akhirnya, perhatikan bahwa sukacita yang disebutkan dalam perumpamaan ini ada di pihak Gembala. Tentu saja kita juga akan bersukacita karena dijemput dan dibawa pulang menuju kesempurnaan Kerajaan Allah, tetapi sukacita kita dilakukan sebagai tanggapan atas sukacita Tuhan kita. Adalah sukacita-Nya kita diundang untuk berbagi. Hati-Nya yang dipenuhi dengan rasa syukur saat kita mengizinkan Dia membawa kita pulang dengan lembut. “Bersukacitalah bersamaKu karena Aku telah menemukan dombaku yang hilang,” katanya.

Renungkan, hari ini, pada gambar suci Gembala yang Baik ini. Saat anda merenungkan perumpamaan ini, perhatikan berbagai pikiran, ingatan, emosi, dan ketakutan yang muncul di dalam diri anda. Masing-masing dari kita berbeda, dan Tuhan kita sangat ingin datang kepada kita masing-masing tepat di mana kita berada, di tengah dosa-dosa kita. Merenungkan belas kasih dari Gembala yang Baik ini akan membuka pintu bagi Tuhan kita untuk berbicara kepada anda dan mengundang anda secara pribadi untuk datang kepada-Nya, berpaling dari cara-cara yang telah anda sesat secara pribadi. Jangan melarikan diri. Tetaplah percaya diri saat Dia datang kepada anda. Dengarkan suara-Nya dan katakan “Ya” kepada-Nya saat Dia mengangkat anda untuk membawa anda pulang.

Yesusku yang lembut, Engkau adalah Gembala yang Baik. Engkau mencintaiku dan mencariku dengan ketekunan dan kesetiaan. Semoga aku cukup mempercayai-Mu untuk berhenti lari dari-Mu dan bersembunyi dari suara lembut-Mu. Tolong datanglah padaku, jemput aku, letakkan aku di bahu-Mu dan bawa aku pulang. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 03 November 2021 Renungan 05 November 2021


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.

komsostidar