Renungan 16 November 2021

Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.
Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.
Lukas 19:1-3

Sekali lagi, Tuhan kita menjangkau seseorang yang datang kepada-Nya dalam kerendahan hati dan kebutuhan. Zakheus adalah orang kaya, secara materi. Tapi secara batin dia miskin dan membutuhkan. Dan kemiskinan rohani yang dia alami inilah yang menuntunnya untuk mencari Yesus dengan penuh tekad.

Zakheus mungkin tidak pernah membayangkan hari itu bahwa Yesus akan menawarkan untuk datang ke rumahnya. Jelas, dia memanjat pohon untuk melihat Yesus karena dia merasakan keinginan yang kuat untuk mengenal Tuhan kita. Karena dia kaya secara fisik, tampak jelas bahwa dia tidak lagi puas dalam hidup hanya karena gaya hidup yang nyaman. Ada sesuatu yang hilang, dan mau tak mau dia tahu bahwa Yesus memegang jawabannya. Jadi Zakheus melakukan apa yang mungkin dianggap tidak biasa oleh beberapa orang. Dia memanjat pohon untuk dapat melihat Yesus.

Mengapa Yesus berhenti, memandang Zakheus, dan memanggilnya ke bawah, menyatakan bahwa Ia akan tinggal di rumah Zakheus? Itu karena Yesus mampu merasakan kebutuhan di dalam hati Zakheus. Hati yang miskin, membutuhkan, dan terbuka sangat menarik bagi Yesus. Dia tidak pernah melewatkan kesempatan untuk datang ke jiwa-jiwa yang rendah hati seperti ini.

Zakheus segera menanggapi Tuhan kita dengan berjanji untuk memperbaiki kesalahan yang telah dia lakukan di masa lalu. Dia berjanji untuk memberikan setengah dari miliknya dan untuk membayar siapa pun yang telah diperasnya empat kali lipat. Ini mengungkapkan keaslian hati Zakheus.

Saat Yesus melewati anda, apa yang Dia rasakan? Apakah Dia tertarik ke hatimu? Apakah Dia tertarik kepada anda karena sifat kerendahan hati dan kebutuhan batin anda? Sangat mudah bagi kita untuk menjalani hidup dengan bertindak seolah-olah kita memiliki semuanya bersama-sama. Kita bisa memakai fasad yang menggambarkan sikap kekuatan dan kesuksesan. Tetapi Yesus jarang datang kepada jiwa yang mengungkapkan sedikit kebutuhan. Jika kita ingin menarik Yesus kepada diri kita sendiri, maka kita harus mengakui kemiskinan dalam diri kita, bahkan jika kita kaya secara materi dan sukses secara duniawi. Setiap kita harus merendahkan diri seperti Zakheus dengan mengetahui bahwa Yesus adalah satu-satunya jawaban dalam hidup.

Renungkan, hari ini, pada kenyataan bahwa anda sendiri yang memiliki kemampuan untuk menarik Yesus kepada diri sendiri. Anda dapat melakukan ini dengan melihat kebutuhan anda akan Dia. Jangan sembunyikan. Panjatlah pohon kiasan yang dengannya anda dapat mencari Yesus dan, yang lebih penting, di mana Yesus dapat melihat keinginan anda yang nyata akan Dia. Saat anda mengungkapkan kebutuhan anda akan Dia, ketahuilah bahwa Dia akan dipaksa, oleh kasih dan belas kasihan-Nya yang tak tergoyahkan, untuk datang kepada anda dan tinggal bersama anda di rumah jiwa anda. Dan ketika Dia melakukannya, bersiaplah dan rela untuk meninggalkan semua yang telah menjadi penghalang pertemuan anda dengan Kristus di masa lalu.

Tuhanku yang penuh perhatian, Engkau selalu menyadari setiap hati yang merindukan-Mu. Engkau tidak pernah mengabaikan mereka yang menginginkan Engkau dalam hidup mereka. Tolong bantu aku untuk melihat kebutuhan dan pergumulan batinku dan untuk melihatMu sebagai satu-satunya sumber pemenuhan dalam hidup. Aku berkomitmen untuk mencari-Mu, Tuhan yang terkasih. Dan saat Kau datang kepadaku, aku berkomitmen untuk meninggalkan semua yang telah menjauhkan diriku dari padaMu di masa lalu. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 15 November 2021 Renungan 17 November 2021


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.

komsostidar