Renungan 17 November 2021

Maka Ia berkata: “Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali.Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali.Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami.
Lukas 19:12-14

Ada tiga kategori orang dalam perumpamaan ini. Yang pertama termasuk mereka yang menerima koin emas dan mengikuti permintaan tuannya untuk “terlibat dalam perdagangan” sampai dia kembali. Yang kedua memiliki mereka yang menerima perintah yang sama tetapi malas dan gagal menghasilkan buah yang baik dari apa yang telah diberikan Tuhan kita kepada mereka. Dan yang ketiga termasuk mereka yang “membenci” Tuhan kita dan tidak menginginkan Dia sebagai Raja mereka.

Sekembalinya raja, kategori orang pertama ini diwakili oleh dua pelayan yang mengambil koin emas, terlibat dalam perdagangan, dan membuat lima dan sepuluh lagi. Mereka adalah orang-orang yang memiliki semangat kerasulan yang besar. Tuhan tidak hanya memanggil kita untuk menggunakan karunia yang telah kita terima untuk memperluas Kerajaan-Nya di bumi, Dia juga mengharapkannya dari kita. Harapannya adalah perintah cinta. Bagi mereka yang memahami perintah ini, mereka melihatnya sebagai undangan mulia untuk membuat perbedaan abadi dalam kehidupan banyak orang. Mereka tidak melihat pekerjaan kerasulan yang mereka sebut sebagai beban. Sebaliknya, mereka melihat tugas kerasulan sebagai kegembiraan, dan kegembiraan itu memicu upaya mereka. Hasilnya akan memiliki efek eksponensial bagi Kerajaan Allah.

Kategori orang kedua diilustrasikan oleh seorang pelayan yang menyimpan satu koin emas “disimpan dalam saputangan” karena takut. Inilah orang-orang yang menghindari penginjilan dan memajukan Kerajaan Allah karena takut. Ketakutan melumpuhkan. Tetapi menyerah pada rasa takut adalah dosa. Ini adalah kurangnya iman dan kepercayaan kepada Tuhan. Melayani Tuhan pasti akan membutuhkan keberanian di pihak kita. Itu akan menuntut kita keluar dari zona nyaman kita dan melakukan apa yang mungkin tidak segera kita rasakan nyaman melakukannya. Tetapi seperti yang dinubuatkan oleh hamba dalam perumpamaan itu, Tuhan adalah Tuhan yang menuntut. Dan Dia tidak akan menerima rasa takut sebagai alasan yang dapat diterima untuk tidak dengan giat membantu membangun Kerajaan Allah.

Kategori orang ketiga adalah kategori di mana anda pasti tidak ingin jatuh. Mereka adalah orang-orang yang secara aktif bekerja untuk melemahkan Kerajaan Tuhan dan menolak Dia sebagai Tuhan. Dunia dipenuhi dengan orang-orang ini. Satu-satunya hal yang perlu kita katakan tentang mereka yang termasuk dalam kategori ini adalah apa yang Tuhan kita katakan tentang mereka. “Sekarang untuk musuh-musuhku yang tidak menginginkan aku sebagai raja mereka, bawa mereka ke sini dan bunuh mereka di hadapanku.”

Renungkan, hari ini, kategori orang yang paling mirip dengan hidup anda. Kemungkinan besar itu adalah salah satu dari dua yang pertama. Apakah anda memiliki semangat yang besar untuk Kerajaan Allah? Apakah anda bersedia melakukan semua yang anda bisa untuk membantu membangun Kerajaan-Nya? Apakah anda bersedia melakukannya bahkan dengan mengorbankan pengorbanan pribadi yang besar? Jika demikian, maka bergembiralah dan ketahuilah bahwa pahala yang berlimpah menanti. Tetapi jika anda adalah orang yang bergumul dengan rasa takut, khususnya, jika anda bergumul dengan rasa takut untuk menginjili, untuk membagikan Injil dan untuk menghidupi iman anda secara terbuka dengan kerendahan hati dan cinta, maka habiskan lebih banyak waktu dengan perumpamaan ini dan nasib hamba yang satu itu, yang menyembunyikan koin di saputangan. Terlibat dalam kerasulan. Berkomitmenlah untuk kemajuan Kerajaan Allah. Hilangkan semua rasa takut dan ketahuilah bahwa anda tidak akan pernah menyesal menyerahkan seluruh hati dan jiwa anda ke dalam pelayanan Tuhan dan pembangunan Kerajaan-Nya.

Tuhanku, Engkau telah mempercayakan banyak hal kepadaku, dan Engkau menuntut agar aku menggunakan semua yang telah Engkau berikan kepadaku untuk membantu membangun Kerajaan kasih karunia-Mu. Betapa istimewanya dipanggil olehMu dan digunakan olehMu untuk misi kerasulan ini. Tolong bebaskan aku dari semua rasa takut, Tuhan yang terkasih, sehingga aku tidak akan pernah ragu untuk melayani-Mu dengan cara yang Engkau panggil untuk aku layani. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 16 November 2021 Renungan 18 November 2021


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.

komsostidar