Renungan 23 November 2021

Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: “Apa yang kamu lihat di situ? akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.”
Lukas 21:5-6

Secara harfiah, nubuatan Tuhan kita ini menjadi kenyataan. Pada tahun 70 M, Bait Suci yang mereka komentari dihancurkan. Setelah menubuatkan ini, Yesus kemudian memperingatkan para murid bahwa akan ada banyak kebingungan yang akan datang. Akan ada nabi-nabi palsu, perang dan pemberontakan, gempa bumi yang dahsyat, kelaparan, wabah penyakit, “dan pemandangan yang menakjubkan dan tanda-tanda yang dahsyat akan datang dari langit.” Mengapa Yesus menubuatkan semua hal ini?

Jawabannya sederhana. Dia tidak berusaha menakut-nakuti mereka. Dia tidak hanya berusaha memuaskan rasa ingin tahu mereka. Sebaliknya, Dia memperingatkan mereka dan mempersiapkan kita semua agar kita tidak disesatkan atau ketakutan ketika mereka datang. Dia berkata, “Pastikan kamu tidak tertipu” dan “jangan takut.”

Seperti kata pepatah lama, “Hidup bukanlah semangkuk ceri.” Sementara kita hidup di dunia yang jatuh ini, kekacauan, kebingungan, penipuan, pelecehan, skandal, konflik dan sejenisnya akan ada di sekitar kita. Dan ketika kita berhadapan langsung dengan kesulitan seperti itu, ada godaan untuk takut, marah, dan putus asa. Baik itu konflik keluarga, kerusuhan sipil atau bahkan perpecahan di dalam Gereja itu sendiri, Tuhan ingin kita tetap damai dan selalu percaya kepada-Nya.

Ambillah kehidupan Yesus sendiri sebagai contoh. Dia ditangkap, difitnah palsu, dijatuhi hukuman mati dan disalibkan. Dan melalui semua itu, Dia tetap damai, mengetahui bahwa penderitaan-Nya akan menjadi sumber kehidupan baru. Tuhan dapat menggunakan segala sesuatu untuk kebaikan bagi mereka yang mengasihi dan melayani Dia.

Renungkan, hari ini, pada fakta tak terbantahkan bahwa hidup anda akan melibatkan kesulitan. Kadang-kadang kesulitan itu dipaksakan sendiri sebagai akibat dari dosa anda, dan kadang-kadang secara tidak adil dipaksakan karena dosa orang lain. Sejujurnya, kita seharusnya hanya memikirkan dosa kita sendiri. Jika tantangan lain menghampiri anda yang berada di luar kendali anda, maka gunakan tantangan itu sebagai peluang untuk semakin percaya. Percayakan semua hal kepada Tuhan, setiap penderitaan, setiap penganiayaan, setiap tragedi, setiap perjuangan, semuanya. Jika Allah Bapa dapat mendatangkan kebaikan terbesar yang pernah dikenal melalui pembunuhan brutal terhadap Putra Ilahi-Nya sendiri, maka Dia pasti dapat melakukan hal yang sama dengan semua yang anda persembahkan kepada-Nya dalam kepercayaan. Percayalah setiap saat dan dalam segala keadaan, dan Tuhan kita yang maha kuasa akan mendatangkan kebaikan dari segala sesuatu.

Tuhanku yang paling berkuasa, Engkau memperingatkan kami tentang banyak kesulitan yang akan menghadang kami sebelum kedatangan-Mu yang mulia. Engkau melakukannya untuk membantu mempersiapkan kami dan untuk memperkuat kami di saat-saat ujian itu. Tolong berilah rahmat yang kami butuhkan untuk selalu percaya kepada-Mu dan menyerahkan kepada-Mu setiap salib yang kami pikul. Kami percaya, Tuhan terkasih, bahwa Engkau dapat membawa kebaikan dari segala sesuatu, bahkan hal-hal yang paling sulit dalam hidup. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 22 November 2021 Renungan 24 November 2021


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.

komsostidar