Renungan 25 November 2021

Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?”
Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”
Lukas 17:17-19

Dia diselamatkan oleh iman melalui ungkapan syukur! Sungguh kisah yang indah untuk direnungkan hari ini saat kita merayakan hari Thanksgiving!

Meskipun Hari Pengucapan Syukur tidak secara khusus hari suci Gereja, rasa syukur tentu saja merupakan pusat iman Kristen kita, seperti yang digambarkan oleh Injil hari ini di mana sepuluh penderita kusta disembuhkan oleh Yesus. Dan reaksi komunal mereka adalah sesuatu yang perlu diperhatikan. Sembilan dari mereka disembuhkan dan melanjutkan bisnis mereka, tidak kembali ke sumber kesembuhan mereka untuk berterima kasih kepada-Nya. Tapi satu melakukannya. Orang kusta yang satu ini, yang tiba-tiba bukan lagi penderita kusta, kembali kepada Yesus, memuliakan Dia, tersungkur di kaki-Nya dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang kusta yang satu ini adalah orang asing, orang Samaria, tetapi dia menunjukkan iman yang harus kita semua tiru. Iman orang Samaria ini terbukti dengan fakta bahwa dia tahu bahwa dia tidak hanya perlu bersyukur atas anugerah kesembuhan tetapi dia juga perlu mengungkapkannya.

Saat kita merayakan Hari Thanksgiving, kita diingatkan bahwa dari semua hal yang harus kita syukuri, tidak ada yang lebih penting daripada rasa syukur kita kepada Tuhan atas anugerah tak terukur yang telah Dia berikan kepada kita. Namun seiring berjalannya cerita, jelas sangat mudah untuk mengabaikan pentingnya tanggapan kita terhadap berkat Tuhan. Hanya sepuluh persen penderita kusta yang menanggapi dengan ekspresi seperti itu. Oleh karena itu, hari ini akan sangat membantu untuk memeriksa banyak alasan mengapa kita harus bersyukur dan harus bekerja untuk mengungkapkan rasa syukur itu kepada Tuhan.

Pertama, Tuhan menciptakan kita karena cinta. Ini bukan hadiah kecil. Ini adalah hadiah pertama yang Dia berikan kepada kita dan yang sering kita anggap remeh. Tuhan tidak perlu menciptakan kita. Dia tidak perlu menciptakan anda. Tapi Dia melakukannya. Dan karunia kehidupan, karunia jiwa yang abadi, adalah sesuatu yang tidak boleh kita abaikan dan selalu kita nikmati.

Kedua, Tuhan memasuki keadaan dosa kita melalui Inkarnasi di dalam rahim Perawan Maria yang Terberkati. Melakukan hal itu mengangkat sifat manusia kita yang jatuh ke ketinggian yang tidak pernah diketahui sebelumnya. Kemanusiaan dan keIlahian dipersatukan dalam Pribadi Anak Allah yang berinkarnasi dan Anak Manusia, dan kita harus bersyukur atas karunia yang tidak pantas untuk kita terima dan menakjubkan ini.

Ketiga, kita tahu cerita selanjutnya. Tuhan, dalam Pribadi Putra yang menjelma, menderita, mati dan bangkit kembali. Dengan melakukan itu, Dia memungkinkan setiap dosa kita dihapuskan. Saat kita mati bersama Dia, kita diundang untuk bangkit bersama Dia. Dan saat kita bangkit bersama-Nya, kita diundang untuk berbagi dalam kemuliaan-Nya di Surga.

Terakhir, dalam setiap kehidupan, ada banyak sekali rahmat yang diberikan kepada kita setiap hari. Namun sebagai anak manja, kita sering mengabaikan berkah ini dan menganggapnya remeh. Contoh di sini tidak cukup. Adalah penting bahwa jika anda ingin memiliki hati yang bersyukur, anda belajar melihat berkat-berkat ini dalam hidup anda sendiri. Terlalu sering kita fokus pada perjuangan dan rasa sakit kita. Namun berkat itu melimpah, dan semakin kita berpaling kepada Tuhan kita dalam penyerahan total, semakin banyak berkah mengalir.

Renungkan, hari ini, pada sikap yang anda miliki terhadap banyak berkat yang telah Tuhan berikan kepada anda. Mulailah dengan mempertimbangkan berkat-berkat utama dari ciptaan Tuhan dan tindakan kasih-Nya yang menyelamatkan. Dari sana, coba renungkan banyak cara kecil yang Tuhan telah menyertai anda, membimbing anda, menguatkan anda, dan memberkati anda dengan berlimpah. Jika anda tidak melihatnya dengan jelas, maka gunakan hari ini untuk mendengarkan secara sadar sehingga Tuhan dapat mengungkapkannya kepada anda. Saat anda melihat berkat anda, tanggapilah seperti orang kusta yang satu ini. Berpaling kepada Yesus, memuliakan Dia, tersungkur di kaki-Nya dalam doa dan berterima kasih kepada-Nya. Melakukan hal itu akan mengisi anda dengan iman penyelamatan yang sama yang diberikan kepada penderita kusta yang satu ini.

Tuhanku yang paling murah hati, Engkau telah menganugerahkan kepadaku berkat-berkat yang melampaui imajinasiku. Aku menyadari bahwa diriku tidak akan pernah sepenuhnya memahami betapa baiknya Engkau terhadapku dan tidak akan pernah dapat mengungkapkan rasa terima kasihku dengan cukup. Tolong isi aku dengan hati yang bersyukur. Tolong aku untuk melihat tindakan-Mu dalam hidupku dan untuk menanggapi-Mu seperti penderita kusta yang satu ini. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 24 November 2021 Renungan 26 November 2021


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.

komsostidar