Renungan 05 Desember 2021

seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.
Lukas 3:4

Pada hari Minggu Adven Kedua ini, kita diberikan pribadi St. Yohanes Pembaptis untuk direnungkan. Apa hadiah dari dia! Yesus sendiri menyatakan bahwa “di antara mereka yang lahir dari perempuan tidak ada yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis” (Matius 11:11).

Apa yang membuat St Yohanes begitu hebat? Kita dapat menunjuk pada dua hal secara khusus. Yang pertama berkaitan dengan panggilannya dan yang kedua berkaitan dengan kebajikannya.

Pertama-tama, Yohanes hebat karena dia adalah transisi dari para Nabi Perjanjian Lama ke Perjanjian Baru. Dia adalah jembatan yang mempersiapkan kehidupan baru yang akan datang. Misi uniknya membuatnya benar-benar hebat.

Tetapi Yohanes hebat bukan hanya karena panggilan uniknya, dia juga hebat karena kebajikan yang dia miliki dalam hidupnya. Dan karunia inilah yang layak direnungkan untuk inspirasi kita sendiri lebih dari yang lain.

Keutamaan khusus yang dimiliki Yohanes adalah kerendahan hati. Dia melihat dirinya sendiri sebagai “suara seseorang yang menangis di padang gurun”. Dan Firman yang dia ucapkan adalah Yesus.

Yohanes mengakui bahwa ia bahkan tidak layak untuk membungkuk dan melepaskan tali kasut Yesus (Markus 1:7). Dia dipuji oleh banyak orang dan diikuti oleh banyak orang, namun dia terus menerus berkata tentang Yesus bahwa “Dia harus bertambah dan aku harus berkurang” (Yohanes 3:30). Yohanes tidak ada di dalamnya untuk pujian dan kehormatan; sebaliknya, misinya adalah untuk mengarahkan semua orang kepada Juruselamat Dunia. Dia bisa saja mencari kehormatan dan pujian dari banyak orang dan dia pasti akan menerimanya. Mereka bahkan mungkin telah menjadikannya raja. Tetapi Yohanes lebih dari bersedia untuk memenuhi misinya dan kemudian menyerahkan dirinya pada pedang kejam algojonya. Kerendahan hatinya sedemikian rupa sehingga dia hanya berfokus pada Yesus dan hanya ingin menunjuk kepada-Nya.

Renungkan, hari ini, atas kerendahan hati ini dalam hidup anda sendiri. Apakah anda cenderung menunjuk kepada diri anda sendiri atau kepada Kristus? Apakah anda mencari pujian dari orang lain atau apakah anda dengan rendah hati menunjukkan semua pujian dan kemuliaan kepada Tuhan? Kerendahan hati adalah jalan yang diambil oleh St. Yohanes Pembaptis dan itu adalah jalan yang harus kita perjuangkan setiap hari.

Tuhan, terima kasih atas karunia St. Yohanes Pembaptis. Semoga kesaksiannya tentang kerendahan hati mengilhami diriku dalam perjalanan Kristenku. Tolong aku, Tuhan, untuk selalu mengarahkan orang lain kepada-Mu daripada diriku sendiri. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 04 Desember 2021 Renungan 06 Desember 2021


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.

komsostidar