Renungan 14 Desember 2021

Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut- pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya.
Matius 21:31c-32a

Pernyataan Yesus ini, yang disampaikan kepada para tua-tua dan imam-imam kepala, akan sulit dipercaya. Apakah pemungut cukai dan pelacur benar-benar memasuki Kerajaan Allah sebelum para pemimpin agama ini? Apakah Yesus benar-benar mengatakan bahwa kekudusan para pelacur dan pemungut cukai sebenarnya melebihi kekudusan para pemimpin agama ini?

Terutama kebanggaan para pemimpin agama inilah yang membuat mereka sulit untuk menerima kata-kata dari Yesus ini sebagai kebenaran. Mereka sangat memikirkan diri mereka sendiri dan mengharapkan orang lain untuk memikirkan mereka juga. Mereka yakin akan kebenaran diri mereka sendiri dan itu adalah pemandangan yang sangat buruk.

Tetapi Yesus memotong semua ini dengan mengangkat pelacur dan pemungut cukai ke Kerajaan Allah. Sungguh sebuah “tamparan di muka” bagi para pemimpin agama. Tapi itu adalah tamparan yang mereka butuhkan untuk kebaikan jiwa mereka sendiri.

Refleksi terbaik yang bisa kita ambil dari sini adalah merenungkan dengan siapa kita lebih mudah berhubungan. Apakah anda berhubungan dengan para pemimpin agama yang sombong saat itu? Atau apakah anda lebih berhubungan dengan pemungut cukai dan pelacur? Mungkin sulit untuk mengakui berhubungan dengan salah satu kelompok. Mungkin kecenderungannya adalah ingin mengidentifikasi diri kita sebagai orang baik dan benar tanpa mengakui kelemahan atau kegagalan pribadi apa pun. Tapi ini bukan pengelompokan yang Yesus berikan kepada kita.

Yang benar adalah bahwa kita semua harus melihat diri kita sendiri dalam kelompok pemungut cukai dan pelacur. Mengapa? Karena kita semua adalah pendosa. Tidak, kita mungkin tidak bersalah atas dosa yang sama seperti mereka, tetapi kita bersalah atas dosa dan kita harus mengakuinya. Dan, pada kenyataannya, jika kita tidak dapat mengakui kelemahan dan dosa kita, kita tidak berbeda dengan para penatua dan imam kepala. Kita juga terjebak dalam kesombongan kita sendiri dan pembenaran diri kita sendiri.

Renungkan, hari ini, dengan siapa anda paling dekat mengidentifikasi. Jika sulit untuk melihat diri anda sebagai orang berdosa seperti pelacur dan pemungut cukai, maka mungkin anda memiliki dosa kesombongan yang dimiliki para pemimpin agama. Cobalah berdoa untuk kerendahan hati. Berdoalah agar anda melihat diri anda sebagaimana Tuhan melihat anda. Hanya dalam terang kebenaran ini anda akan menemukan kebebasan.

Tuhan, tolong isi hatiku dengan kerendahan hati. Dan dalam kerendahan hati itu, bantulah aku untuk melihat diriku apa adanya. Bantu aku untuk melihat dosaku tetapi juga untuk melihat kerinduanku padamu. Tolong aku untuk berbalik kepada-Mu dalam dosaku dan untuk mengalami sukacita dan kebebasan dari mereka yang memasuki Kerajaan-Mu. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 13 Desember 2021 Renungan 15 Desember 2021


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.

komsostidar