Renungan 31 Desember 2021

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
Yohanes 1:1-5

Pada hari ketujuh Oktaf Natal ini, kita diberikan sebuah misteri. Misteri “Firman”. Ini adalah bahasa yang terselubung dan sekaligus terbuka. Itu menghadirkan Yesus kepada kita sebagai “Firman”. Dia adalah Firman yang menjadi daging dan kekal, sejak “awalnya bersama Allah.” Bagian selanjutnya mengatakan bahwa Firman itu adalah Allah dan bahwa Firman itu menjadi manusia dan diam di antara kita.

Istilah “Firman,” yang diberikan kepada Yesus dalam perikop ini, adalah terjemahan dari kata Yunani “Logos.” Logos berarti “rencana”, “alasan”, “logika”. Itu juga bisa dipahami sebagai kata yang diucapkan. Dalam perikop ini, secara khusus mengungkapkan kepada kita bahwa Allah “berbicara” dari kekekalan rencana keselamatan-Nya yang sempurna dan hikmat yang diucapkan ini adalah Pribadi. Pribadi itu adalah Putra Ilahi Allah. Jadi, ketika Anak “berbicara” dan ketika Dia “difirmankan” oleh Bapa, segala sesuatu terjadi.

Mungkin itu cukup membingungkan. Sebenarnya, ini sebagian intinya. Intinya adalah bahwa permulaan Injil Yohanes ini mengungkapkan kepada kita bahwa tindakan Tuhan menciptakan segala sesuatu dan pada akhirnya menggenapi kebijaksanaan-Nya melalui Inkarnasi, Putra menjadi daging, adalah rencana misterius yang jauh melampaui apa yang dapat kita pahami. Kita harus melihat bahasa misterius ini sebagai pernyataan dalam dirinya sendiri. Pernyataannya adalah ini: Berusahalah untuk memahami misteri itu, tetapi ketahuilah bahwa misteri Natal dan Penciptaan berada di luar jangkauan anda. Tapi berusahalah untuk memahami dan terus memahaminya.

Natal seharusnya menjadi waktu yang penuh kegembiraan dan perayaan. Ini harus menjadi waktu di mana kita merenungkan kelahiran Kristus Tuhan. Kita harus membaca ceritanya, mendengarkan musik Natal dan tidak mengesampingkan itu semua sampai musim Natal kita berakhir. Tetapi ketika kita melakukan semua itu, kita harus selalu mengingat fakta bahwa Natal adalah misteri iman yang agung.

Renungkan, hari ini, pada bahasa St. Yohanes ini. “Pada mulanya adalah Firman…” “Firman itu adalah Allah…” “Firman itu telah menjadi manusia…” Biarkan diri anda tahu, hari ini, bahwa anda tidak sepenuhnya mengetahui misteri ini dan ketika anda menghadapi kenyataan ini, biarkan Firman yang Kekal itu menarik anda selangkah lebih dalam saat kita terus merayakan Oktaf Hari Natal yang agung.

Tuhan Yesus, Sabda Bapa yang Kekal, diriku berterima kasih kepada-Mu karena telah datang di antara kami semua dan karena menjadikan tempat tinggal-Mu yang kekal hadir bagi kami. Terima kasih atas misteri Natal yang luar biasa. Bantu aku untuk selalu merayakan musim ini dengan penuh sukacita dan rasa syukur, dan juga dengan rasa misteri. Semoga aku selalu menyadari bahwa misteri Natal tidak akan pernah sepenuhnya dipahami. Semoga misteri ini semakin mendekatkanku setiap hari sehingga aku bisa jatuh cinta lebih dalam kepada-Mu, Tuhanku yang kekal. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 30 Desember 2021

Renungan 01 Januari 2022 – Hari RayaSt.Perawan Maria Bunda Allah


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.

komsostidar