Renungan 06 Januari 2022

Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya.
Lukas 4:21-22a

Yesus baru saja tiba di Nazaret, tempat Ia dibesarkan, dan memasuki area Bait Suci untuk membaca Kitab Suci. Dia membaca bagian dari Yesaya: Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara”. Setelah membaca ini, Dia duduk dan menyatakan bahwa nubuat dari Yesaya ini telah digenapi.

Reaksi dari orang-orang di kotanya menarik. Mereka “semua memuji Dia dan takjub akan kata-kata yang keluar dari mulut-Nya.” Setidaknya, ini adalah reaksi awal. Tetapi jika kita membaca terus kita melihat bahwa Yesus menantang orang-orang dan, sebagai hasilnya, mereka dipenuhi dengan kemarahan dan mencoba untuk membunuh-Nya saat itu juga.

Sering kali, kita memiliki reaksi yang sama terhadap Yesus. Pada awalnya, kita mungkin berbicara baik tentang Dia dan menerima Dia dengan murah hati. Misalnya, pada hari Natal kita dapat menyanyikan lagu-lagu Natal dan merayakan ulang tahun-Nya dengan sukacita dan perayaan. Kita mungkin pergi ke gereja dan mengucapkan selamat Natal kepada orang-orang. Kita dapat mengatur adegan palungan dan menghias dengan simbol-simbol dari iman kita. Tapi seberapa dalam semua ini? Kadang-kadang perayaan dan tradisi Natal hanya dangkal dan tidak mengungkapkan kedalaman keyakinan atau iman Kristen yang sebenarnya. Apa yang terjadi ketika Anak Kristus yang berharga ini mengucapkan kata-kata kebenaran dan keyakinan? Apa yang terjadi ketika Injil memanggil kita untuk bertobat ? Apa reaksi kita terhadap Kristus pada saat-saat ini?

Saat kita melanjutkan minggu terakhir musim Natal kita, renungkan, hari ini, pada fakta bahwa Anak kecil yang kita hormati saat Natal telah tumbuh dan sekarang mengucapkan kata-kata kebenaran kepada kita. Renungkan apakah anda bersedia untuk menghormati-Nya tidak hanya sebagai seorang bayi, tetapi juga sebagai Nabi dari segala Kebenaran. Apakah anda bersedia mendengarkan seluruh pesan-Nya dan menerima Dia dengan sukacita? Apakah anda bersedia membiarkan firman Kebenaran-Nya menembus hati anda dan mengubah hidup anda?

Tuhan, aku mencintai-Mu dan ingin agar semua yang Engkau katakan akan menembus hatiku dan menarikku ke dalam semua kebenaran. Bantu aku untuk menerima-Mu tidak hanya sebagai seorang anak kecil yang lahir di Betlehem, tetapi juga sebagai Nabi Kebenaran yang agung. Semoga aku tidak pernah tersinggung oleh kata-kata yang Engkau ucapkan, dan semoga diriku selalu terbuka untuk peran kenabianMu dalam hidupku. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan 05 Januari 2022 Renungan 07 Januari 2022


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.


komsostidar