Thu. May 19th, 2022

Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga.” Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.
Yohanes 5:17-18

Yesus jelas bersalah atas dosa-dosa besar menurut pendapat mereka yang berusaha untuk membunuh-Nya. Dia tidak mengikuti hukum Sabat mereka dengan cara yang mereka pikir seharusnya Dia lakukan dan Dia menyatakan bahwa Dia setara dengan Bapa. Ini akan menjadi dosa serius di pihak Yesus jika Dia salah, tetapi sebenarnya tidak.

Inti dari perikop ini adalah kesatuan Bapa dan Anak. Ayat-ayat yang mengikuti perikop ini mengungkapkan lebih jelas lagi bahwa Bapa dan Anak adalah satu dan bahwa seluruh hidup Yesus terperangkap dalam penggenapan kehendak Bapa. Justru kesatuan kehendak inilah yang membawa persatuan mereka.

Ini mengungkapkan banyak hal kepada kita tentang hubungan Bapa dan Anak, dan itu juga mengungkapkan banyak hal kepada kita tentang hubungan kita sendiri dengan Bapa dan Anak. Pertama-tama, Bapa dan Putra adalah Pribadi yang berbeda, masing-masing memiliki kecerdasan dan kehendak yang sempurna. Namun, kesatuan Mereka muncul melalui fakta bahwa pikiran Mereka berada dalam keselarasan yang sempurna, mengetahui semua hal secara setara, dan dengan sempurna mempercayai apa yang Mereka ketahui. Sebagai hasil dari pengetahuan bersama yang sempurna, Mereka berdua menerima setiap detail dari rencana Bapa seperti yang telah ditetapkan sejak dunia dijadikan.

Adapun kita, kita dapat mengambil dari pemahaman tentang kesatuan Bapa dan Anak ini, pelajaran yang mulia tentang bagaimana kita masuk ke dalam kesatuan dengan Tuhan. Ini terjadi pertama-tama dengan mencari apa yang dipikirkan Tuhan. Kita harus menyelidiki misteri-misteri mulia yang terkandung di dalamnya dan harus menjadikannya sebagai pengetahuan kita sendiri. Kedua, kita harus percaya apa yang kita ketahui melalui tindakan kehendak kita. Saat kita menemukan kebenaran, kita harus memilihnya untuk hidup kita. Tantangannya adalah ada banyak suara yang bersaing memperebutkan perhatian kita. Saat kita memilah-milahnya, memilih hanya apa yang Tuhan ungkapkan, kita secara alami menjadi tertarik pada pikiran dan kehendak Tuhan dan menjadikannya milik kita. Dalam tindakan ini, kita juga menjadi satu dengan Tuhan.

Renungkan, hari ini, pada kesatuan anda dipanggil untuk hidup bersama Bapa dan Putra. Kesatuan inilah yang membawa kepuasan dalam hidup anda. Untuk itulah anda diciptakan. Mencari, mempercayai, dan merangkul hal-hal yang lain hanyalah hidup dengan kebohongan. Carilah pikiran dan kehendak Tuhan dalam segala hal dan seluruh keberadaan anda akan ditarik ke dalam kesatuan yang lebih besar dengan Tuhan.

Bapa di Surga, aku berterima kasih kepada-Mu atas pemberian Yesus Putra-Mu dan aku berterima kasih kepada-Mu atas kesatuan yang Engkau bagikan. Tarik aku ke dalam kesatuan agung yang didirikan oleh pikiran dan kehendak-Mu. Jadikan aku satu dengan-Mu sehingga Engkau juga adalah Bapaku. Bapa di Surga, Yesus Sang Putra, aku percaya kepada-Mu.
Amin


Renungan 29 Maret 2022 Renungan 31 Maret 2022


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7

Bagi umat yang kesulitan mengisi data, bisa meminta bantuan kepada Ketua Lingkungan masing-masing.