Tue. Jun 28th, 2022

Renungan Katolik 10 Juni 2022
Hari Jumat Minggu Biasa X

Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.
Matius 5:29-30

Apakah Yesus benar-benar bermaksud demikian? Secara harfiah?

Kita dapat yakin bahwa bahasa yang mengejutkan ini bukanlah perintah literal, melainkan pernyataan simbolis yang memerintahkan kita untuk menghindari dosa dengan penuh semangat, dan menghindari semua yang membawa kita kepada dosa. Mata dapat dipahami sebagai jendela jiwa kita di mana pikiran dan keinginan kita berada. Tangan dapat dilihat sebagai simbol dari tindakan kita. Jadi, kita harus menghilangkan setiap pikiran, kasih sayang, keinginan dan tindakan yang membawa kita kepada dosa.

Kunci yang benar untuk memahami perikop ini adalah dengan membiarkan diri kita dipengaruhi oleh bahasa yang kuat yang digunakan Yesus. Dia tidak ragu untuk berbicara dengan cara yang mengejutkan untuk mengungkapkan kepada kita panggilan yang harus kita hadapi dengan penuh semangat yang mengarah pada dosa dalam hidup kita. “Cungkillah itu … potong,” kataNya. Dengan kata lain, singkirkan dosa anda dan semua yang membawa anda ke dalam dosa dengan cara yang pasti. Mata dan tangan tidak berdosa di dalam dan dari dirinya sendiri; sebaliknya, dalam bahasa simbolis ini mereka dibicarakan sebagai hal-hal yang menuntun pada dosa. Oleh karena itu, jika pikiran atau tindakan tertentu membawa anda ke dalam dosa, ini adalah area yang harus ditargetkan dan dihilangkan.

Mengenai pikiran kita, terkadang kita membiarkan diri kita terlalu memikirkan ini atau itu. Akibatnya, pikiran-pikiran ini dapat membawa kita kepada dosa. Kuncinya adalah “mencabut” pemikiran awal yang menghasilkan buah yang buruk.

Mengenai tindakan kita, kadang-kadang kita dapat menempatkan diri kita dalam situasi yang menggoda kita dan mengarah pada dosa. Kesempatan-kesempatan dosa ini harus disingkirkan dari kehidupan kita.

Renungkan, hari ini, pada bahasa Tuhan kita yang sangat langsung dan kuat ini. Biarlah kekuatan firman-Nya menjadi pendorong perubahan dan penghindaran dari segala dosa.

Tuhanku, aku minta maaf atas dosaku dan aku memohon belas kasihan dan pengampunan-Mu. Tolong bantu diriku untuk menghindari semua yang membawaku ke dalam dosa dan untuk menyerahkan semua pikiran dan tindakan kepada-Mu setiap hari. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Amin


Renungan Harian Katolik 09 Juni 2022

Renungan Harian Katolik 11 Juni 2022


DATA MONITORING COVID-19 UMAT PAROKI ST ANDREAS TIDAR, MALANG

Silahkan mengisi Form di link ini untuk mendata umat terpapar covid
https://forms.gle/A2ZcCBSzMR9bi7aE7